Sambil Bawa Sembako, Wagub Sulsel Kunjungi Korban Longsor di Palopo

Antara ยท Minggu, 28 Juni 2020 - 09:56:00 WITA
Sambil Bawa Sembako, Wagub Sulsel Kunjungi Korban Longsor di Palopo
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mengunjungi lokasi lokasi di Palopo (Antara)

MAKASSAR, iNews.id - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mengunjungi lokasi lokasi di Palopo. Selain itu, dia
juga menyalurkan bantuan kepada korban bencana longsor yang memutus jalan Trans Sulawesi poros Palopo-Toraja Utara, Sabtu kemarin (27/6/2020).

Kedatangan Andi di lokasi bencana didampingi Wakil Bupati Toraja Utara, Yosia Rinto Kadang dan Anggota DPR RI Sarce Bandaso Tandiasik. Di sana, Andi memberikan bantuan berupa santunan, sembako, kompor gas, dan tenda yang sangat dibutuhkan masyarakat terdampak longsor.

"Berhubung kewenangan jalan ada pada Balai Jalan Kementerian PUPR, tim dari pusat akan tiba pada hari Selasa (30/6/2020) untuk melakukan survei. Tetapi kita akan sinergi, pusat, pemprov dan pemda, melihat bersama-sama untuk solusi yang efektif," kata Andi.

Dalam kunjungan itu, Andi bertemu langsung dengan para korban yang rumahnya terbawa longsor. Dia meminta para warga untuk sabar dan sama-sama mencari jalan keluar dari masalah ini.

"Sabar, mari sama-sama mencari solusi, bagaimana pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat," katanya.

Andi melanjutkan, Pemprov Sulsel, Kabupaten, dan Pusat, telah melakukan koordinasi untuk mencegah adanya longsor.

"Tanah di sini labil dan memang pernah terjadi pergeseran. Dinas PU Sulsel dan Balai Jalan, sedang mencari solusi. Solusi harus ada, melihat longsornya mengakibatkan 100 persen badan jalan terputus, dan tentunya membutuhkan opsi-opsi dengan spesial design," katanya.

Untuk diketahui, tanah longsor terjadi di kilometer 24 Jalan Trans Sulawesi Palopo - Tana Toraja, di Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo. Akibatnya, sembilan rumah warga setempat amblas terbawa longsoran masuk jurang.

Berdasarkan data yang diterima dari Pemkot Palopo, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Namun, 10 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 60 warga harus mengungsi. Tujuh rumah hancur, dan lima diantaranya hanyut terbawa longsoran. Kerugian materi warga akibat bencana ini ditaksir mencapai Rp5 miliar.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto