Banyak Warga Tana Toraja Sempat Melayat Pasien Positif Meninggal Dunia

Sindonews, Joni Lembang ยท Jumat, 26 Juni 2020 - 10:05 WIB
Banyak Warga Tana Toraja Sempat Melayat Pasien Positif Meninggal Dunia
Prosesi pemakaman warga meninggal dunia akibat Covid-19. (Foto: Dok iNews).

TORAJA, iNews.id - Banyak warga di wilayah Gandangbatu, Kabupaten Tana Toraja, yang melayat pasien positif Covid-19 meninggal dunia. Saat ini satu RT di wilayah tersebut diminta menjalani isolasi mandiri.

Data yang dihimpun iNews.id, pasien dengan nomor kasus 08 ini memiliki riwayah perjalanan dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang merupakan episentrum virus corona di Sulsel.

Pasien pulang ke Kabupaten Tana Toraja pada 15 Juni 2020, namun tidak melapor ke petugas. Tidak lama, warga berinisial S (45) ini sakit. Petugas pun mendatangi pasien di rumahnya dan melakukan tes swab.

Dia meninggal pada Senin (22/6/2020). Saat itu banyak warga melayat ke rumah pasien, termasuk anaknya yang berasal dari Kota Makassar, datang ke Kabupaten Tana Toraja.

Saat ini petugas dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Tana Toraja terus melakukan langkah untuk memutus mata rantai penularan virus corona. Upaya yang dilakukan di antaranya tracing contact.

"Kami melakukan tracing terhadap warga di lingkungan sekitar pasien positif," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Tana Toraja, Mariana Belo, saat dikonfirmasi, Jumat (26/6/2020).

Warga yang sempat kontak langsung dan melayat jenazah pasien positif diminta segera mendatangi Gugus Tugas Covid-19 Tana Toraja. Mereka akan langsung dilayani untuk rapid test.

Bila hasilnya reaktif, warga tersebut segera diarahkan menjalani tes swab. Hal ini terjadi pada anak pasien, warga Panakkukang, Kota Makassar, yang juga positif Covid-19 usai melayat orang tuanya yang meninggal dunia.

Sementara ini warga satu RT di Desa Gandangbatu, Kabupaten Tana Toraja menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Langkah ini bertujuan untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19 di daerah tersebut.

Koordinator Media Center Satgas Covid-19 Tana Toraja, Berthy Mangontan mengatakan, keputusan ini sesuai dengan permohonan Kepala Desa Gandangbatu dan Camat batu Silannan.

"Camat bersama kepala desa sudah berkoordinasi. Mereka meminta agar ada pemantauan terhadap warga selama masa karantina 14 hari ini," ujar dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal