Terungkap, Kabbah Pelaku Pembakaran Mimbar Masjid Raya Makassar Positif Narkoba

Antara ยท Senin, 27 September 2021 - 21:01:00 WITA
Terungkap, Kabbah Pelaku Pembakaran Mimbar Masjid Raya Makassar Positif Narkoba
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Witnu Urip Laksana (kiri) didampingi Kasat Reskrim Kompol Jamal Fahtur Rakhman (kanan) saat rilis penangkapan Kabbah tersangka pembakaran Masjid Raya Makassar. (Foto: Antara)

MAKASSAR, iNews.id - Pemuda berinisial KB alias Kabbah yang menjadi tersangka pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar, Sulawesi Selatan ternyata positif menggunakan narkoba. Hal ini diungkap Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Jamal Fathur Rakhman, Senin (27/9/2021).

"Tersangka sudah kami lakukan tes urine, hasilnya memang positif narkotika. Selain itu, tersangka juga kami tes darah di Labfor terkait kandungan narkotika yang ada di dalam tubuhnya," ujar Jamal saat menyampaikan perkembangan kasus tersebut di Makassar, Senin (27/9/2021).

Selain urine dan darah, polisi juga memeriksa kondisi psikologi tersangka di Polda Sulsel serta kejiwaan di Rumah Sakit Bayangkara. Hasilnya belum ada karena pemeriksaan masih sementara berjalan.

"Untuk perkembangannya selanjutnya akan kami sampaikan. Sampai sekarang tersangka masih tunggal inisial KB tersebut," kata mantan Kapolsek Panakukang tersebut.

Ditanya apakah tersangka memang sering memakai narkoba, pengakuannya sejak 2015. Dia mengonsumsi narkoba sampai sekarang.

Kendati demikian, polisi masih menyelidiki narkotika jenis apa yang dikonsumsi tersangka dan dari mana mendapatkan barang haram tersebut. Termasuk mengecek catatan kriminal apa pernah ditangkap polisi.

"Kami sedang dalami (pernah ditangkap kasus narkoba) apakah bersangkutan pernah menjalani pidana terkait penyalahgunaan narkotika atau tidak. Aktivitas di masjid sudah normal. Saksi-saksi tiga orang sudah diambil keterangannya," tutur Jamal.

Sebelumnya, Direktur Rumah Sakit Khusus Dadi (RSKD) Makassar Dokter Arman Bausat mengatakan, dari data diri tersangka KB yang telah dicocokkan, dia pernah menjadi pasien di rumah sakit tersebut.

"Setelah kami cocokkan memang benar, dokter ahli kejiwaan pernah merawatnya, juga sudah mengkonfirmasi kalau tersangka pernah dirawat di sini," katanya.

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: