Polrestabes Makassar Akan Tindak Tegas Pelaku Busur Panah

Ansar Jumasang ยท Kamis, 24 November 2022 - 21:15:00 WITA
Polrestabes Makassar Akan Tindak Tegas Pelaku Busur Panah
Kapolrestabes Makassar Kombes Budhi Haryanto menyatakan pihaknya tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas terhadap pelaku yang menggunakan senjata tajam kepada masyarakat dan petugas. (Foto: Ansar Jumasang/iNews)

MAKASSAR, iNews.id - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar menyatakan tidak akan segan-segan untuk memberikan tindakan tegas kepada pelaku pembusuran. Hal itu menindaklanjuti maklumat yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan (MUI Sulsel) atas maraknya aksi teror menggunakan senjata tajam berupa busur panah.

Kapolrestabes Makassar Kombes Budhi Haryanto mengatakan, pihaknya bisa mengambil langkah yang diharapkan jika ada pelaku yang menggunakan senjata tajam yang berdampak pada keselamatan nyawa masyarakat maupun petugas.

"Dengan adanya dukungan, tentunya kami sangat senang dan semangat untuk melakukan apa yang harus dilakukan untuk menjaga kota Makassar tetap aman. Kalau memang itu membahayakan nyawa masyarakat ataupun petugas, kami akan mengambil tindakan tegas yang terukur," katanya, Kamis (24/11/2022).

Dalam mengantisipasi maraknya peristiwa tersebut, ia mengimbau kepada seluruh stekholder untuk gencar melakukan sosialisasi perihal bahaya penggunaan anak panah busur. 

"Termasuk kegiatan preventif kota, tadi disepakati kita akan massifkan pendidikan akhlak, sosialisasi tentang bahaya busur itu di sekolah, di masjid, di gereja akan dimassifkan," ungkapnya. 

Sementera itu, Sekertaris MUI Makassar, Dr Masykur Yusuf Musa mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung penuh apapun tindakan aparat guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Kota Makassar. 

"MUI juga men-support mendukung aparat untuk melakukan tindakan preventif ya sekalipun tindakan terukur, yah tapi kalau memang tidak bisa dilakukan pembinaan yah kita selesaikan. Iya (tindakan tegas terukur) dibenarkan, kalau memang mengancam jiwa manusia," tegasnya.

Masykur menjelaskan bahwa aparat dapat dikatakan berjihad ketiga membela atau melindungi dirinya.

"Yah kalau membela diri masuk dalam kategori jihad, membela agama, membela keluarga, harta semua mati syahid," ujarnya.

Editor : Candra Setia Budi

Bagikan Artikel: