KM Ladang Pertiwi 2 Tenggelam di Selat Makassar, Polda Sulsel Siapkan Pos DVI

Antara, Ansar Jumasang ยท Minggu, 29 Mei 2022 - 18:04:00 WITA
KM Ladang Pertiwi 2 Tenggelam di Selat Makassar, Polda Sulsel Siapkan Pos DVI
Polda Sulsel menyiapkan Posko DVI untuk mengidentifikasi korban KM Ladang Pertiwi 2 yang tenggelam di Selat Makassar. (Foto: ANtara)

MAKASSAR, iNews.id - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) menyiapkan tim forensik dengan mendirikan posko Disaster Victim Indentification (DVI) untuk mengidentifikasi korban Kapal Motor (KM) Ladang Pertiwi 2 yang tenggelam di Selat Makassar

Identifikasi itu tidak saja bagi korban selamat yang ditemukan, namun juga bagi korban meninggal dunia.

"Kami antisipasi siapkan tim DVI Polda Sulsel. Tindak lanjutnya, kami buka posko di Pelabuhan Paotere," kata Kepala Bidang Biddokes Polda Sulsel Kombes Pol Yusuf M, di pelabuhan setempat, Minggu.

Dia menjelaskan, tugas DVI untuk melakukan identifikasi terhadap para korban dan memudahkan pemeriksaan apabila ditemukan korban meninggal dunia dalam kecelakaan kapal tersebut.

"Tugas kami antara lain untuk mengimbau masyarakat yang ada keluarganya, yang merasa kehilangan dan sampai sekarang belum kembali, segera melapor ke posko DVI di Pelabuhan Paotere ini," katanya.

Tugas tim DVI selain menunjang identifikasi, kata dia, membutuhkan data ante mortem dari pihak keluarga. Data tersebut misalnya, membawa identitas KTP, ijazah yang ada sidik jari, termasuk data medis yang bersangkutan, seperti pernah berobat gigi.

Data itu dibutuhkan sebagai data ante mortem dari pihak keluarga. 

"Dalam hal ini, kami perlukan data itu untuk melakukan rekonsiliasi bila ada korban yang meninggal. Itu tindakan pertama. Tim DVI terdiri dari 26 personel dengan pembagian tim ante mortem, tim post mortem, dan tim rekonsiliasi," kata Kombes Yusuf.

Saat ditanyakan apakah DVI akan menyiapkan kantong jenazah bagi para korban yang ditemukan meninggal dunia, Yusuf mengatakan, pihaknya selalu menyiapkan peralatan yang berkaitan dengan musibah ini.

"Kemungkinan terjelek kalau misal ada korban (meninggal), post mortem siapkan. Termasuk kantong jenazah dan tempat identifikasi, kami siapkan di Instalasi Forensik Biddokkes Rumah Sakit Bhayangkara, kami siap di sana," katanya.

Sedangkan untuk ante mortem, data-data korban saat yang bersangkutan masih hidup, mesti disiapkan, itu berarti didapatkan data dari pihak keluarga. Sedangkan post mortem adalah pemeriksaan jenazah atau jasad yang sudah ditemukan untuk dicocokkan dengan data ante mortem.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: