Rekaman yang memperlihatkan peserta tarik tambang tewas setelah kepalanya membentur pembatas jalan. (foto: tangkapan layar/Ist)

MAKASSAR, iNews.id - Tragedi tarik tambang yang menewaskan satu orang peserta dan belasan luka-luka pada Minggu (18/12/2022) lalu, ternyata terjadi setelah kegiatan selesai. Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Reonald Simanjuntak.

Diketahui, kegiatan tarik tambang tersebut digelar oleh Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (18/12/2022) pagi. 

Kegiatan ini dilakukan untuk pecahkan rekor MURI dengan jumlah 5.000 peserta.

"Kejadian itu setelah selesai tarik tambang. Jadi informasi dari stoper tidak sampai di kubu merah, maka kubu putih sudah lepas, kubu merah masih menarik sehingga tertarik," Senin (26/12/2022).

Ketua Panitia jadi tersangka

Dalam tragedi ini, polisi telah menetapkan ketua panitia kegiatan tarik tambang yakni berinisial RS sebagai tersangka.

"Tersangka RS perannya sebagai ketua panitia dan bertanggung jawab atas kegiatan itu. Dia juga berperan sebagai stopper," ungkapnya.


Editor : Candra Setia Budi

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network