Warga di Takalar Segel Kantor Desa, Diduga karena Dana Covid-19 Dibelikan Sepeda

Bugma ยท Selasa, 23 Juni 2020 - 09:45 WIB
Warga di Takalar Segel Kantor Desa, Diduga karena Dana Covid-19 Dibelikan Sepeda
Aksi protes warga di Takalar segel kantor desa. (Foto: iNews/Bugma).

TAKALAR, iNews.id - Sejumlah warga di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menyegel Kantor Desa Lassang Barat, Kecamatan Polong Bangkeng Utara, karena dugaan penggelapan dana bantuan Covid-19. Massa pun ricuh bahkan nyaris merusak beberapa fasilitas di sana.

Warga awalnya hanya berunjuk rasa secara tertib pada Senin (22/6/2020) kemarin. Mereka protes karena dana bantuan Covid-19 untuk warga diduga malah dipakai kepala desa untuk membeli sepeda. Warga yang tersulut emosi langsung melakukan aksi anarkistis.

Pantauan iNews, massa juga mengusir kepala desa dan perangkatnya. Lalu kantor tersebut disegel, sehingga membuat pelayanan publik terganggu. Aksi boikot ini akan dilakukan sampai kepala desa benar-benar menyalurkan dana bantuan sosial tersebut ke masyarakat.

"Dia (kepala desa) membeli 15 unit sepeda dengan harga Rp2 juta per unitnya," kata seorang warga yang turut menggelar aksi di kantor desa tersebut, tahkifal, Senin kemarin.

Menurut dia, kabar yang beredar ke masyarakat sepeda itu dibeli dari dana bantuan Covid-19. Namun kepala desa membantahnya. Menurut dia, pembelian 15 unit sepeda ini dari uang hasil pajak.

Plt Kepala Desa Lassang Barat, Amiruddin mengatakan, dana pembelian 15 unit sepeda ini bukan dari bantuan langsung tunai Covid-19, melainkan dari BHPR atau bagi hasil pajak dan retribusi.

"Bukan dari Covid-19. Kan sumber dana di desa itu ada tiga, di antaranya BHPR," ujar Amiruddin.

Menurut dia, sepeda ini diperuntukan bagi kepala dusun dan para perangkat desa. Mereka diberikan fasiliitas tersebut agar bisa melakukan pelayanan publik lebih optimal dengan mendatangi mereka secara langsung.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal