Uang dan Perhiasan Emas Hilang saat Tes CPNS, 2 Ibu Muda di Jeneponto Lapor ke Polisi

Sulaiman Nai ยท Minggu, 16 Februari 2020 - 07:02:00 WITA
Uang dan Perhiasan Emas Hilang saat Tes CPNS, 2 Ibu Muda di Jeneponto Lapor ke Polisi
Dua peserta seleksi CPNS yang mengaku kehilangan uang dan perhiasan emas melapor di SPKT Polres Jeneponto, Sulsel, Sabtu (15/2/2020). (Foto: iNews/Sulaiman Nai)

JENEPONTO, iNews.id – Dua orang peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melapor ke Polres Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (16/2/2020). Keduanya mengaku kehilangan uang dan perhiasan emas yang dititipkan di panitia seleksi tes CPNS di kabupaten itu.

Kedua korban, yakni Sri Herliani (26), warga Embo, Desa Turatea, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto. Kemudian, Ervina Zulfana (25), warga Ujungloe, Kelurahan Biringkassi, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.

Laporan kedua ibu muda ini diterima Ka SPK C Polres Jeneponto Aiptu Budi Santoso. Sesuai laporan, kedua ibu muda ini kehilangan barang saat mengikuti ujian seleksi CPNS yang diselenggarakan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jeneponto di Ruang Pola Kantor Bupati Jeneponto, Sabtu siang.

Aiptu Budi Santoso mengatakan, kedua pelapor sama-sama mengaku kehilangan barang saat dititipkan kepada panitia seleksi CPNS. Sri Herliani melaporkan kehilangan liontin emas 24 karat seberat 5 gram dengan total kerugian Rp3,5 juta.

“Sementara Ibu Ervina melaporkan kehilangan cincin kawin emas 23 karat seberat 2 gram. Kemudian, uang Rp200.000 yang disimpan dalam dompet yang dititipkan pada panitia seleksi CPNS. Total kerugain sekitar Rp1,6 juta,” kata Budi.

Budi mengatakan, Sri Herliani mengaku baru mengetahui barangnya hilang saat tiba di rumah. Dia membuka tas karena hendak memakai kalungnya, tapi ternyata liontinnya tidak ada.

Sementara Ervina baru mengetahui cincin mas kawin dan uangnya hilang setelah melihat postingan Sri Herliani di Facebook. Dalam postingan itu, Sri menceritakan kronologi barangnya yang hilang saat dititipkan di panitia seleksi CPNS.

“Jadi Ervina ini setelah melihat postingan Sri Herliani, langsung memeriksa dompet. Ternyata uangnya tidak ada Rp200.000, uang pecahan Rp100.000 dua lembar beserta cincinnya hilang,” kata Budi.

Sri Herliani dan Ervina Zulfana mengatakan, setelah mengetahui uang dan barang hilang, keduanya kembali ke Kantor Bupati Jeneponto. Mereka mencoba menghubungi panitia seleksi yang bertugas di tempat penitipan barang peserta seleksi CPNS Pemkab Jeneponto. Namun, panitia sudah tidak ada di tempat.

Karena merasa dirugikan, kedua ibu muda ini akhirnya melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Jeneponto. Mereka berharap agar panitia seleksi CPNS bertanggung jawab atas barang mereka yang hilang.

“Kami langsung ke Polres Jeneponto supaya ini bisa segera diusut. Karena yang hilang juga cincin kawin,” kata Ervina.

Sementara Polres Jeneponton yang menerima laporan keduanya segera menindaklanjuti laporan tersebut.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: