Tidak Semua Orang Bisa Keluar-Masuk Makassar, Aturan Sedang Digodok

Antara ยท Selasa, 30 Juni 2020 - 08:55 WIB
Tidak Semua Orang Bisa Keluar-Masuk Makassar, Aturan Sedang Digodok
Penjagaan petugas di wilayah perbatasan Makassar-Maros. (Foto: Antara).

MAKASSAR, iNews.id - Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, mewacanakan aturan pembatasan orang di daerahnya. Dengan begitu tidak semua orang bisa keluar dan masuk tanpa menyertakan surat keterangan bebas Covid-19.

"Sementara kita godok. Tujuan utama pembatasan itu untuk meminimalisasi potensi penyebaran covid," kata Rudy di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (29/6/2020).

Menurut dia, Kota Makassar menjadi daerah episentrum atau penyebaran Covid-19. Dia tidak ingin ada warganya yang keluar daerah dan datang ke kabupaten/kota lain diduga sebagai carier virus corona.

"Sudah banyak daerah di provinsi ini mulai ke arah bagus (nihil positif). Ini kalau tidak dijaga, orang di Makassar dan orang dari luar Makassar semau-maunya keluar-masuk dan bisa meningkatkan potensi," ujarnya.

Pembatasan tersebut, kata dia, rencananya dengan menyertakan surat bebas Covid-19. Mereka yang membawa surat tersebut dilarang masuk, termasuk pekerja yang berasal dari daerah penyangga.

Dia mengakui, kebijakan ini memiliki risiko. Di antaranya membebankan banyak warga, apalagi para pekerja. Namun di sisi lain hal ini dinilai dapat menyelamatkan banyak masyarakat.

Seorang pekerja di Kota Makassar, Khaerul mengatakan, pemerintah daerah wajib memberikan surat keterangan bebas Covid-19 kepada warga yang bekerja atau beraktivitas di Kota Makassar secara gratis.

"Kalau harus dibayar untuk dapat surat keterangan, bagaimana dengan yang keluar masuk Makassar setiap hari untuk bekerja. Harus ada kebijakan dari pemerintah kepada kami sebagai rakyat kecil," ujar dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal