Polisi Sebut Penyerangan dan Begal yang Resahkan Warga Makassar Diduga Balas Dendam

Muhammad Nur Bone · Kamis, 15 September 2022 - 22:19:00 WITA
Polisi Sebut Penyerangan dan Begal yang Resahkan Warga Makassar Diduga Balas Dendam
Polisi saat mendatangi lokasi terjadinya penyerangan dan begal di Kota Makassar yang dialami warga oleh kelompok orang tak dikenal. (Foto: Muhammad Nur Bone/iNewsTV)

MAKASSAR, iNews.id - Polisi masih menyelidiki penyerangan dan aksi begal yang dilakukan sekelompok orang tak dikenal di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Namun, polisi menduga penyerangan itu terjadi diduga karena dendam.

Kejadian penyerangan itu terjadi saat malam hari di sepanjang Jalan Insyur Sutami, Kecamatan Tamalanrea. Dan terjadi di empat lokasi dalam satu malam hingga mengakibatkan tiga orang terluka.

Kanit Reskirm Polsek Tamalanrea Makassar
Iptu Tjahyana mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara yang dilakukannya anggota di lapangan bahwa penyerangan ini diduga ada unsur balas dendam terhadap para korban karena ada bahasa di TKP yang mengatakan 'bahwa inimi orangya' sehingga pelaku ini langsung melakukan pembusuran terhadap korban.

Kata dia, saat beraksi para pelaku ini menghadang korbannya ketika melintas di TKP menggunakan sepeda motor. 

"Untuk saat ini para korban tidak mengenal para pelaku," katanya.

Dalam penyerangan itu, sambungnya, ada tiga warga yang menjadi korban yakni bernama Muhammad Akbar (21), tertancap busur panah di bagian perut sebelah kiri saat ini dirawat intensif di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo. 

Kemudian Sukriadi (26) mengalami luka tikam di bagain dada sebelah kanan dan sedang dirawat intensif di Rumah Sakit Daya.
 
Lalu Haji Umar, warga Barukang yang mengalami luka tikaman badik di bagian pinggang dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Bhayangkara.

Ia menyebut, sebelum kejadian itu, pernah ada penyerangan dilakukan oleh pengendara motor di Jalan Kapasa dengan melepaskan anak panah dan kabur. 

Ia juga mengaku bahwa sudah mengantongi identitas terduga pelaku yang melakuka penyearangan terhadap warga.   

"Dari hasil interogasi ada beberapa inisial nama yang sudah kami kantongi," pungkasnya.

Editor : Candra Setia Budi

Follow Berita iNewsSulsel di Google News

Bagikan Artikel: