Polisi Akan Periksa Kendaraan Masuk Makassar Lebih Ketat

Antara ยท Senin, 11 Mei 2020 - 08:55 WIB
Polisi Akan Periksa Kendaraan Masuk Makassar Lebih Ketat
Polisi menjaga pos pemantauan PSBB untuk mencegah masyarakat mudik. (Foto: Antara)

MAKASSAR, iNews.id - Polisi akan meningkatkan pemeriksaan setiap kendaraan yang masuk ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Petugas bakal mengawal pembatasan sosial berskala besar atau PSBB di tahap kedua ini secara lebih ketat.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Polisi Yudhiawan Wibisono mengatakan, sudah meminta petugas di posko perbatasan untuk melakukan pemeriksaan maksimal. Tujuannya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

"Pengawasan harus ditingkatkan agar rantai penularan COVID-19 bisa kita putus," ujar Kombes Pol Yudhiawan di Kota Makassar, Sulsel, Senin (11/5/2020).

Dia mengatakan, sudah mengunjungi beberapa pos pengamanan di perbatasan, sekaligus melihat kesiapan para personel di lapangan. Dia juga mengimbau agar petugas melakukan pengecekan suhu tubuh terhadap pengendara yang masuk ke daerah tersebut.

Lalu pengendara motor wajib memakai masker dan sarung tangan. Untuk pengemudi mobil membatasi penumpangnya dan mengatur jarak tempat duduknya. Bagi pengendara yang tidak menaati peraturan diberikan sanksi.

"Agar tetap bersinergi dengan pihak terkait serta mengimbau dan bertindak tegas kepada masyarakat yang belum taat aturan dengan cara humanis," katanya.

Sebelumnya, polisi akan lebih tegas dalam perpanjangan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB di Kota Makassar. Pelanggar bukan sekadar kena tegur, tapi akan langsung dikenakan sanksi Undang-Undang Karantina.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, perpanjangan PSBB di Kota Makassar ini bertujuan untuk menekan laju penularan virus corona. Karena itu, warga yang membandel akan langsung mendapat hukuman.

"Pada PSBB jilid pertama itu masih banyak pelanggar hingga berakhirnya PSBB, dan diperpanjang oleh pemerintah daerah. Kami tidak ingin kesalahan berulang, sehingga kami akan bertindak lebih tegas," ujar dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal