Penyebab Kebakaran di Kantor Dinkes Sulsel, Polisi Tunggu Hasil Labfor

Sindonews, Faisal Mustafa ยท Senin, 03 Agustus 2020 - 10:55 WITA
Penyebab Kebakaran di Kantor Dinkes Sulsel, Polisi Tunggu Hasil Labfor
Kebakaran di kantor Dinkes Sulsel Makassar. (Foto: iNews/M Nur Bone).

MAKASSAR, iNews.id - Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik (labfor) untuk mengungkap penyebab kebakaran di Kantor Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan (Sulsel). Ada dugaan kesengajaan dalam insiden tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Muhalis mengatakan, sementara petugas sedang mengumpulkan keterangan sejumlah saksi, sambil menunggu hasil labfor.

"Kalau soal dugaan ada kesengajaan, semuanya masih dalam penyelidikan. Kita tunggu dulu hasil dari tim labfor," kata Iptu Muhalis di Kota Makassar, Sulsel, Senin (3/8/2020).

Dari hasil penyelidikan sementara, kebakaran terjadi pada subuh hari, sekitar pukul 05.00 WITA. Saat itu petugas kebersihan melihat ada kepulan asap. Setelah dicek, ada satu ruangan di lantai dua yang sudah dilahap api.

"Dia langsung berteriak ada asap, sehingga saksi dua rekannya lansung menghubungi dinas pemadam kebakaran," kata Muhalis.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Makassar, Elo Dewata mengaku, sempat kesulitan memadamkan api yang membakar kantor pemerintahan tersebut. Terlebih, ada sejumlah ruanga yang berbahan kayu sehingga api cepat membesar.

"Kendalanya karena ini atap terbuat dari kayu, kemudian gedungnya juga bangunan lama. Makanya rembesan api cepat menyebar di hampir seluruh ruangan di lantai dua," ujar Elo.

Selain itu kendala lainnya, kata dia, TKP yang terbakar merupakan ruangan administrasi. Banyak kertas yang justru membuat api semakin mudah menyebar dan melahap habis kantor lantai dua.

"Saat itu cuma ada beberapa orang, yakni petugas keamanan dan kebersihan. Informasinya titik api berasal dari ruang keuangan di lantai dua," ujarnya.

Sebelumnya kebakaran terjadi di Kantor Dinkes Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Makassar. Belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut, namun informasi yang beredar menyebut adanya faktor kesengajaan dalam insiden ini.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal