Pembunuhan Kurir Air Galon di Makassar, Korban Senyum saat Diadang Pelaku

Muhammad Nur Bone, Faisal Mustafa ยท Selasa, 15 September 2020 - 11:15 WITA
Pembunuhan Kurir Air Galon di Makassar, Korban Senyum saat Diadang Pelaku
Korban tersenyum saat diadang pelaku. (Foto: iNews/M Nur Bone).

MAKASSAR, iNews.id - Aksi penganiayaan yang menewaskan kurir depot isi ulang air galon di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menyisakan pilu bagi warga. Bahkan korban Marcel (24) masih sempat melempar senyum ketika pelaku SY mengadangnya.

Dalam rekaman CCTV di rumah warga Jalan Daeng Tata, Kecamatan Tamalate, pelaku SY tampak menunggu korban melintas. Begitu Marcel lewat hendak mengantarkan pesanan galon, SY pun mengadangnya.

Mirisnya, korban sempat senyum sambil menyapa pelaku. Namun sikap ramahnya itu malah dibalas dengan pukulan keras di bagian wajah. Korban langsung terjatuh dari motor dan ditikam badiknya punggungnya oleh pelaku hingga tembus ke jantung.

Setelah itu, Marcel kembali mendapatkan pukulan di bagian kepala. Dia spontan lari meninggalkan motor dan galonnya yang terjatuh. Tidak lama, korban terjatuh karena kehabisan darah dan meninggal dunia.

Saksi mata, Syamsuddin (41) mengatakan, kejadian tragis ini terjadi pada Senin (14/9/2020) sore. Dia sempat bercerita dengan pelaku SY yang kesal karena korban tak kunjung mengantar pesanan air galon.

"Sudah empat hari dia (pelaku) pesan air galon, tapi tidak diantarkan," kata Syamsuddin di Kota Makassar, Sulsel, Selasa (15/9/2020).

Menurut dia, selama ini korban dikenal ramah. Berbanding terbalik dengan pelaku yang sangat emosional dan arogan. SY juga sudah pernah melakukan aksi kekerasan terhadap seorang sales.

"Dia pukul sales, gara-gara ditawari barang. Dia jarang keluar rumah dan suka marah-marah," katanya.

Sebelumnya seorang kurir depot isi ulang air galon di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), tewas ditikam pelanggannya. Aksi penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Korban atas nama Marcel ditemukan tewas di Jalan Daeng Tata, Kecamatan Tamalate, Senin (14/9/2020) sore. Aksi penganiayaan ini membuat geger warga sekitar, dan melaporkannya ke polisi.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal