Pasien Covid-19 Tertinggi Kedua di Sulsel, Gowa Segera Ajukan Penerapan PSBB

Sindonews, Tri Yari Kurniawan ยท Sabtu, 18 April 2020 - 23:51 WIB
Pasien Covid-19 Tertinggi Kedua di Sulsel, Gowa Segera Ajukan Penerapan PSBB
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat memimpin rakor via video conference dengan jajaran Forkopimda dan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Gowa. (Foto: Istimewa)

SUNGGUMINASA, iNews.id – Pasien positif corona atau Covid-19 di Kabupaten Gowa kini sudah berjumlah 23 orang, atau kedua tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Pemkab Gowa pun segera menyusul Pemkot Makassar untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus yang telah memakan banyak korban jiwa itu.

Pemkab Gowa telah menyiapkan proposal pengajuan penerapan PSBB. Proposal itu akan dikirim ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel untuk dikaji Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Kajian dilakukan provinsi sebelum mengajukannya ke Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan persetujuan.

Gowa berencana menerapkan PSBB lantaran penyebaran virus corona di wilayah itu terus meluas. Potensi penularan cukup tinggi karena berbatasan langsung dengan Makassar yang menjadi episentrum penyebaran Covid-19 sekaligus di posisi pertama tertinggi kasus Covid-19. Masih merujuk data Media Center Covid-19 Gowa, untuk ODP tercatat 285 orang dan PDP sebanyak 124 orang.

“Proposalnya sudah selesai, tinggal kita ajukan ke pak gubernur untuk dikaji, bagaimana mekanisme PSBB itu ke depan,” kata Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, Sabtu (18/4/2020).

Menurut dia, pengajuan penerapan PSBB ini telah melalui berbagai pertimbangan. Di antaranya, yakni laju perkembangan penyebaran Covid-19 di Gowa mengalami peningkatan signifikan dan adanya tiga daerah pandemi di masing-masing wilayah dataran rendah. Termasuk melihat kondisi kesiapsiagaan Pemkab Gowa terkait keamanan, kesiapan alat kesehatan, dan pengamanan jaringan sosial.

Pemkab Gowa mendeteksi tiga kecamatan yang menjadi episentrum penyebaran virus corona. Ketiga kecamatan itu yakni Somba Opu, Pallangga dan Barombong.

“Kami sangat butuh bantuan Pemprov Sulsel untuk segera mengkaji proposal kami untuk diusulkan ke Menkes. Dengan pertimbangan melihat kondisi saat ini, sehingga untuk memutus dengan cepat mata rantai penyebaran Covid-19 maka harus dilakukan PSBB,” katanya.

Bupati Gowa melanjutkan ada tiga kabupaten/kota di Sulsel yang menjadi episentrum penyebaran Covid-19. Selain Makassar dan Gowa, satu daerah lain yakni Kabupaten Maros, juga berbatasan dengan ibu kota provinsi. Hal ini berdasarkan jumlah peningkatan pasien positif, pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP).

“Untuk memutus mata rantai penularan, maka perlu diperketat di tiga wilayah ini. Apalagi data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan Sulsel saat ini berada di urutan keempat Indonesia dengan tingkat penyebaran terbesar,” katanya.


Editor : Maria Christina