Kajian Online Wagub Sulsel: Sikap Seorang Muslim Hadapi Wabah Covid-19

Antara ยท Sabtu, 02 Mei 2020 - 09:05 WIB
Kajian Online Wagub Sulsel: Sikap Seorang Muslim Hadapi Wabah Covid-19
Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman saat pengecekan kesiapsiagaan BPBD dalam hal mitigas bencana. (Foto: Antara)

MAKASSAR, iNews.id - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, memanfaatkan media sosial (medsos) untuk menggelar kajian rutin yang berlangsung setiap pekannya. Tema kali ini mengenai sikap seorang muslim dalam menghadapi wabah Covid-19.

Dia mengatakan, tema kajian yang dipilih disesuaikan dengan kondisi saat ini. Ketika masyarakat sedang berada di tengah pandemi virus corona, bersamaan dengan masuknya bulan Ramadan.

Kajian ini berlangsung di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Jalan Yusuf Daeng Ngawing Kota Makassar melalui live akun Instagram @andisudirman.sulaiman bersama Ustaz M Abduh Tuasikan.

Ustaz Abduh mengatakan, selama bulan Ramadan di tengah wabah virus corona ini, ada tiga hal yang bisa dilakukan Umat Muslim. Pertama yakni memperbanyak berdoa kepada Allah SWT.

"Dalam bulan Ramadan, kita dituntut perbanyak berdoa. Dalam keadaan musibah Covid-19 ini, menjadi momen kita perbanyak berdoa," kata Ustaz Abduh dalam kajian online, Jumat (1/5/2020).

Kedua, kata dia, umat Muslim diminta berjiwa Al-Jud. Artinya bermurah hati atau dermawan. Dia kemudian mencontohkan sifat kedermawanan Rasulullah SAW, bersemangat dalam bersedekah dan beramal.

"Saat ini kita dapati dua waktu, saat Ramadhan dan waktu orang-orang susah dan kita juga susah, jika kita berbagi (sedekah), kita akan dimudahkan oleh Allah SWT," tuturnya.

Ketiga, untuk mengatasi masalah saat ini, kata dia, bekali ilmu dan keimananan yang benar. Ketika Pemerintah dan MUI sudah mengajurkan salat di rumah, seorang muslim harusnya mengikuti anjuran tersebut.

"Sholat dan tarawih di rumah dulu. Pahalanya sama saja dengan di masjid, karena kita punya uzur," ujarnya.

Terakhir, dia berpesan agar masyarakat selektif dengan beredarnya pemberitaan di media sosial. Warga harus mengutamakan ilmunya, bukan perasaaan agar bisa memilah berita yang benar.

"Sikapi saat ini dengan ilmu, jangan pakai perasaan," katanya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal