Dramatis! Bupati Maros Nyaris Diterjang Banjir Bandang saat Resmikan Sekolah
Sekolah baru tersebut merupakan "kelas jauh" dari SD Inpres 238 Bonto Parang. Pembangunannya sendiri memakan anggaran sebesar Rp300 juta. Uniknya, seluruh material bangunan diangkut secara manual oleh warga yang bergotong-royong melintasi bukit dan lembah selama berbulan-bulan.
Meski nyaris diterjang bencana dalam perjalanan dinasnya, Chaidir Syam menegaskan bahwa pembangunan pendidikan di wilayah terpencil akan tetap menjadi prioritas Pemkab Maros.
"Medan yang saya lalui hari ini adalah gambaran perjuangan guru dan siswa di Dusun Bara setiap hari. Hal ini justru memacu semangat kami untuk terus memperbaiki akses dan fasilitas pendidikan di pelosok," tuturnya.
Kehadiran sekolah baru ini disambut haru oleh warga Dusun Bara. Kini, puluhan siswa tidak perlu lagi belajar di bawah kolong rumah warga dan memiliki ruang kelas yang layak meski berada di wilayah terisolasi.
Editor: Kastolani Marzuki