Dituding Beli Sepeda dari Dana Covid-19, Begini Tanggapan Kades di Takalar

Bugma ยท Selasa, 23 Juni 2020 - 11:05:00 WITA
Dituding Beli Sepeda dari Dana Covid-19, Begini Tanggapan Kades di Takalar
Aksi warga Takalar di dalam kantor kepala desa. (Foto: iNews/Bugma).

TAKALAR, iNews.id - Aksi protes warga di Kantor Desa Lassang Barat, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diawali adanya kabar dana bantuan Covid-19 dipakai untuk membeli 15 unit sepeda. Massa pun marah dan menyegel kantor desa tersebut.

Plt Kepala Desa Lassang Barat, Amiruddin mengatakan, dana pembelian 15 unit sepeda ini bukan dari bantuan langsung tunai Covid-19, melainkan dari BHPR atau bagi hasil pajak dan retribusi.

"Bukan dari Covid-19," ujar dia kepada wartawan saat dikonfirmasi, Selasa (23/6/2020).

Menurut dia, sumber dana desa itu ada tiga, yakni anggaran desa, dana desa dan bagi hasil pajak retribusi. Ketiganya tidak ada kaitan dengan alokasi bantuan pemerintah, baik bantuan langsung tunai maupun sembako.

Uang yang dipakai untuk membeli 15 unit sepeda ini berasal dari BHPR. Tujuannya untuk memfasilitasi kepala dusun dan sejumlah perangkat desa agar lebih rajin terjun ke masyarakat.

"Anggarannya Rp1,8 - Rp2 juta per unit. Pembeliannya 15 unit sepeda untuk kepala dusun dan perangkat desa," ujarnya.

Sebelumnya sejumlah warga menyegel Kantor Desa Lassang Barat, Kecamatan Polong Bangkeng Utara, karena dugaan penggelapan dana bantuan Covid-19. Massa pun ricuh bahkan nyaris merusak beberapa fasilitas di sana.

Warga awalnya hanya berunjuk rasa secara tertib pada Senin (22/6/2020) kemarin. Mereka protes karena dana bantuan Covid-19 untuk warga diduga malah dipakai kepala desa untuk membeli sepeda.

Pantauan iNews, massa juga mengusir kepala desa dan perangkatnya. Lalu kantor tersebut disegel, sehingga membuat pelayanan publik terganggu. Aksi boikot ini akan dilakukan sampai kepala desa menyalurkan dana bantuan sosial tersebut ke masyarakat.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal