Curi Laptop, Ibu 67 Tahun dan Anak Kandung di Makassar Ditangkap Polisi

Faisal Mustafa ยท Sabtu, 19 September 2020 - 13:26 WITA
Curi Laptop, Ibu 67 Tahun dan Anak Kandung di Makassar Ditangkap Polisi
Ibu dan anak di Makassar yang diduga pelaku pencurian lapto. (Foto: Istimewa)

MAKASSAR, iNews.id - Ibu berusia 67 tahun bernama Halima terpaksa berurusan dengan polisi lantaran diduga telah mencuri sebuah laptop. Nenek tersebut menjalani pemeriksaan hukum di Polsek Biringkanaya bersama barang bukti.

"Yang bersangkutan mengambil laptop milik perempuan yang kebetulan tinggal satu rumah. Laptop itu dikasih  ke anaknya dan hendak dijual ke seseorang," ujar Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Sulsel Kompol Supriyanto, Jumat (18/9/2020) malam.

Halimah ditangkap tim Resmob Polda Sulsel bersama anaknya, Syawaludin (30) di Jalan Kapasa Raya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Penangkapan keduanya setelah polisi mengembangkan informasi adanya dugaan barang curian yang hendak dijual pelaku Syawaludin.

"Laptop itu dicurigai barang gak bener. Karena pas mau dijual tidak ada chargernya. Itulah makanya dikembangkan sampai ditangkaplah ibu sama anak ini. Tuduhannya pencurian dengan pemberatan. Kalau anaknya disangkakan sebagai penadah," kata Supriyanto.

Hasil interogasi awal, laptop tersebut diambil pelaku karena dianggap sudah tidak dipakai oleh korban.

"Posisi laptop itu di lantai kayak barang rusak, karena sudah berdebu. Korban juga sudah tidak pakai itu laptop. Kalau kaitannya kenapa tinggal di rumah korban saya kurang ngerti," ucapnya.

Terpisah, Kapolsek Biringkanaya Kompol Wayan Wayracana Aryawan mengaku belum melakukan berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap ibu dan anak tersebut. Sebab para terduga pelaku bersama barang bukti baru diserahkan ke pihaknya oleh tim Resmob Polda Sulsel.

"Kami belum BAP, motifnya kita belum tahu. Tapi kalau dari keterangan korban, sebenarnya barang ini sudah tidak pakai, jadi ditinggal begitu saja. Sementara masih saya tunggu penyidik. Kalau keterangan awal begitu, cuma kami tunggu prosesnya selanjutnya," ujar Wayan.


Editor : Donald Karouw