Jenazah Serka Sahlan Tiba di Makassar, Evakuasi Sempat Diganggu KKB Papua

Wahyu Ruslan · Sabtu, 19 September 2020 - 00:00:00 WITA
Jenazah Serka Sahlan Tiba di Makassar, Evakuasi Sempat Diganggu KKB Papua
Jenazah Serka Sahlan yang gugur ditembak KKB di Intan Jaya tiba di Makassar, Sulsel. (Foto: iNews/Wahyu Ruslan)

MAKASSAR, iNews.id – Setelah menempu perjalanan selama beberapa jam, jenazah Serka Sahlan, anggota Bhabinsa Koramil Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua akhirnya tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (18/9/2020).

Kedatangan jenazah Serka Sahlan disambut upacara penerimaan ke pihak keluarga yang dipimpin Wadanramil 04/mandai Kodim 1422 Maros, Kapten Inf Syamsir. Upacara penyambutan jenazah juga dihadiri sejumlah keluarga maupun kerabat almarhum di halaman kargo bandara.

Dandim 1422/Maros, Letkol Inf Budi Rahman mengatakan, Serka Sahlan gugur usai diserang kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua saat sedang membawa logistik di Kampung Blogai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Kamis (18/9/2020) sekitar pukul 14.30 WIT.

“Korban mengalami luka tembak di bagian lengan kiri dan dua luka tebas parang di wajah,” katanya.

Saat dicegat yang berujung kontak senjata oleh KKB, Serka Sahlan berada paling depan sekitar 100 meter di depan para rombongannya, bahkan saat proses evakuasi korban tim evakuasi juga sempat beberapa kali ditembaki oleh para separatis KKB.

Keluarga Serka Sahlan, Tono mengatakan, almarhum merupakan seorang prajurit TNI dari Kodim 1404 Kabupaten Pinrang. Tergabung dalam bawah kendali operasi atau BKO di Koramil Hitadipa di Kabupaten Intan Jaya selama hampir setahun atau 10 bulan.

“Almarhum merupakan anak ketiga dari enam bersaudara serta memiliki lima orang anak dan satu istri,” katanya.

Usai dilakukan upacara penerimaan jenazah ke pihak keluarga, jenazah almarhum dibawa ke kampung halamannya dengan menggunakan mobi ambulans di Desa Paria, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal mengatakan, proses evakuasi jenazah Serka Sahlan di Bandara Bilorai Intan Jaya sempat diganggu separatis KKB.

Mereka menembaki pesawat Dabi Air sebanyak dua kali yang saat itu terbang dari ketinggian diperkirakan dari ujung Bandara Bilorai dengan jarak kurang lebih 300 meter dari landasan pacu (runway).

"Sesaat setelah mendarat dipastikan tidak ada peluru yang mengenai badan pesawat," kata Kamal.

Dia mengakui dari laporan yang diterima sesaat setelah pesawat Dabi Air tiba dilanjutkan pesawat milik Rimbun Air dengan nomor penerbangan PK OTJ tiba di Bandara Bilogai yang membawa jenazah Serka Sahlan ke Nabire.

Editor : Kastolani Marzuki