3 Nelayan di Makassar Ditangkap, Diduga karena Protes Penambangan Laut

Muhammad Arham Hamid ยท Selasa, 25 Agustus 2020 - 15:45 WITA
3 Nelayan di Makassar Ditangkap, Diduga karena Protes Penambangan Laut
Warga evakuasi perahu milik nelayan yang rusak. (Foto: iNews/Arham Hamid).

MAKASSAR, iNews.id - Tiga orang nelayan di Pulau Kodingareng, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditangkap karena diduga memprotes aktivitas penambangan laut. Salah satu kapal mereka ditenggelamkan, karena dianggap melawan petugas.

Informasi yang dihimpun iNews.id, inisiden ini terjadi pada Minggu (23/8/2020) lalu. Ketika itu para nelayan melihat aktivitas penambangan pasir yang dilakukan Kapal Queen of Nederlands, milik PT Boskalis.

Ketika itu para nelayan ini berusaha mengadang aktivitas tersebut. Namun anggota Dit Polairud Polda Sulsel menggunakan satu kapal perang dan empat sekoci mendatangi nelayan yang protes.

Salah satu nelayan didatangi dan ingin diborgol namun dia menolak. Nelayan tersebut diancam, kemudian kapal miliknya ditenggelamkan, namun korban sempat menyelamatkan diri dengan melompat ke laut.

"Ada dua kapal nelayan ditenggelamkan dan satu dirusak," kata Kepala Divisi Tanah dan Lingkungan LBH Makassar, Edy Kurniawan, di Kota Makassar, Sulsel, Selasa (25/8/2020).

Tiga nelayan diamankan polisi atas nama Safaruddin, Faisal dan Baharuddin. Sementara tim dari LBH belum mendapat izin untuk menemui tiga nelayan tersebut.

"Hingga kini tim LBH Makassar belum bisa menemui tiga nelayan yang ditangkap," ujar dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal