2 Terduga Teroris yang Ditembak Mati di Makassar Pernah Dicegah saat Akan ke Suriah

Antara ยท Rabu, 06 Januari 2021 - 19:28:00 WITA
2 Terduga Teroris yang Ditembak Mati di Makassar Pernah Dicegah saat Akan ke Suriah
Situasi pengamanan di sekitar lokasi penggerebekan rumah terduga teroris di Villa Mutiara Makassar, Sulsel, Rabu (6/1/2021). (foto: Antara)

MAKASSAR, iNews.id - Dua orang terduga teroris MR dan AZ yang ditembak mati saat penggerebekan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (6/1/2020), pernah dicegah keberangkatannya ke Suriah pada 2016. Saat itu, RI dan ZA bersama keluarganya akan bergabung dengan ISIS.

"Tahun 2016 dicegah di Bandara Soekarno Hatta. Saat itu, mereka bersama keluarganya akan bergabung dengan ISIS di Suriah, tapi langsung dicegah," ujar Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Pol Merdisyam di Makassar, Rabu.

Sejak dicegah keberangkatannya ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok ISIS, RI dan menantunya ZA sudah dipantau aktivitasnya oleh anggota Polri.

Kapolda Sulsel tidak menjelaskan secara detail aktivitasnya selama kurun waktu empat tahun usai dicegah di Bandara Internasional Soekarno Hatta tersebut.

Mantan Kapolda Sultra itu mengaku jika kedua terduga teroris memiliki jaringan yang sangat luas dan sudah baiat ke ISIS.

"Kedua tersangka bersama dengan jaringannya yang terpusat di Villa Mutiara merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) bersama dengan ratusan jemaah lainnya menyatakan baiat kepada khilafah atau ISIS pada 2015 di Ponpes Aridho Pimpinan Ustaz Basri," ucapnya.

Sebelumnya gabungan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri dan Brimob Polda Sulsel melakukan penggerebekan di sebuah rumah Cluster Biru, Perumahan Villa Mutiara, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Rabu pagi.

Berdasarkan informasi yang diterima, dua orang terduga teroris berinisial MR alias Ri dan MA alias Aj. Keduanya punya kekerabatan yakni sebagai menantu dan mertua.

Dari informasi lapangan yang didapatkan, kedua terduga teroris masuk dalam jaringan kelompok Anshor Daulah Islamiyah (ADI).

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2