Warga Positif Corona Bertambah, Makassar Naikkan Status Darurat Corona

iNews.id ยท Kamis, 26 Maret 2020 - 16:34 WIB
Warga Positif Corona Bertambah, Makassar Naikkan Status Darurat Corona
Pejabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb (Foto: iNews/Yoel Yusvin)

MAKASSAR, iNews.id – Jumlah warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang berstatus positif corona atau Covid-19 saat ini sudah terus bertambah. Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar pun menaikkan status dari siaga menjadi darurat Covid-19.

“Sejak ada yang meninggal karena positif corona, Makassar sudah status darurat. Apalagi saat ini kasus terus bertambah,” kata Pejabat Wali kota Makassar, M Iqbal Suhaeb saat telekonferensi secara daring di Makassar, dikutip dari Antara, Kamis (26/3/2020).

Iqbal mengatakan, data sementara, dari 11 jumlah pasien positif corona di Makassar, satu di antaranya meningggal dunia. Sementara 10 orang masih dirawat secara intesif di ruang isolasi infeksi center RSUP Wahidin Sudirohusudo.

Selanjutnya, untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 40 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 59 orang, dengan rincian 49 orang masih dirawat. Selain itu, tujuh diperbolehkan pulang, dan empat meninggal dunia.

“Ada sebagian besar PDP sudah boleh pulang dan diminta isolasi mandiri. Pasien yang masih terindikasi terpapar virus terutama pernah kontak dan memiliki riwat penyakit komplikasi masih dirawat intensif,” katanya.

Dia juga menyarankan kepada masyarakat yang masih ODP agar lebih baik mengisolasi diri di rumah masing-masing. Kecuali ada gejala dan mendesak memerlukan perawatan intensif, warga diminta menghubungi 112. Warga juga bisa segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan maupun rumah sakit rujukan sesuai protokol standar.

Iqbal menambahkan, berdasarkan data tracking sementara yang diperoleh dari pasien positif maupun PDP, sebanyak 670 orang warga Makassar saat ini sedang diamati. Mereka dibagi klaster atau kelompok, sesuai dengan riwayat kontaknya.

Selain itu, Pemkot Makassar melalui Dinkes membagi klaster, termasuk orang yang pernah kontak dengan pasien 285. Pasien dengan riwayat pulang umrah ini sudah meninggal dunia setelah dirawat di RS Siloam. Dinkes juga membagi klaster PDP jamaah umrah yang meninggal dunia di Rumah Sakit Grestelina.

“Ada empat dari tujuh travel sudah diminta datanya untuk di-tracking siapa saja yang sudah kontak, dan datanya sudah ada. Sisa tiga travel yang belum diketahui data jamaahnya,” katanya.

Selanjutnya, pasien PDP yang meninggal usai pertemuan keagamaan di Bogor juga ditelusuri. Dinass Kesehatan Pemkot Makassar juga terus memantau klaster peserta Itjima Dunia Zona Asia di Gowa.


Editor : Maria Christina