Warga di Makassar Kembalikan Jenazah Pasien ke Rumah Sakit usai Ketahuan Positif Covid-19

Yoel Yusvin ยท Selasa, 23 Juni 2020 - 12:15 WIB
Warga di Makassar Kembalikan Jenazah Pasien ke Rumah Sakit usai Ketahuan Positif Covid-19
Prosesi pemakaman jenazah pasien positif Covid-19. (Foto: iNews/Yoel Yusvin).

MAKASSAR, iNews.id - Warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengembalikan jasad keluarganya yang meninggal dunia ke rumah sakit. Mereka menyerahkan jenazah tersebut untuk ditangani sesuai protokol Covid-19 setelah hasil tes swab terkonfirmasi positif virus corona.

Informasi yang dihimpun iNews, pasien positif tersebut meninggal dunia pada Senin (22/6/2020) sore. Namun karena hasil tes swab belum keluar, pihak keluarga memutuskan untuk mengambil jasad keluarganya untuk dibawa ke kampung halaman, Kabupaten Polewali Mandar.

Namun saat keluarga dalam perjalanan pada Senin malam, Rumah Sakit Umum Bahagia, tempat pasien sempat dirawat mengabarkan bahwa pasien yang meninggal dengan gejala tipes ini terkonfirmasi positif Covid-19.

Seketika itu, keluarga pun langsung membawa kembali jasad keluarganya ini ke Kota Makassar. Mereka tiba pada Selasa (23/6/2020) dini hari dan menyerahkan jenazah pasien agar dimakamkan sesuai prosedur Covid-19.

Kapolsek Rappocini, Kompol Ashari, membenarkan ada pasien positif Covid-19 yang meninggal di Rumah Sakit Umum Bahagia. Namun jasad pasien tersebut sudah dibawa oleh keluarga terlebih dahulu.

"Ternyata sudah dibawa keluarga, akan dimakamkan di Polewali Mandar," kata Kompol Ashari di Kota Makassar, Sulsel, Selasa pagi.

Menurut dia, keluarga berinisiatif untuk membawa jenazah pasien ini ke rumah sakit. Sebab mereka juga khawatir malah akan berpotensi menularkan Covid-19 ke warga di Kabupaten Polewali Mandar nantinya.

"Ini inisiatif keluarga. Mereka juga takut di sana nanti malah ditolak oleh warga," ujarnya.

Saat ini jasad pasien laki-laki berusia 61 tahun tersebut sudah dibawa tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Makassar untuk dibawa ke pemakaman khusus di wilayah Maccanda, Kabupaten Gowa.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal