Perkebunan Sawit di Luwu Utara Diduga Jadi Penyebab Banjir Bandang

Sindonews, Muhammad Khaidir ยท Selasa, 28 Juli 2020 - 09:05 WIB
Perkebunan Sawit di Luwu Utara Diduga Jadi Penyebab Banjir Bandang
Banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), berdampak pada sedikitnya 4.202 unit rumah, dan puluhan fasilitas umum lainnya. (Foto: BNPB)

MAKASSAR, iNews.id - Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Sulsel) turut mendalami penyebab pasti banjir bandang di sejumlah wilayah Kabupaten Luwu Utara. Penyebabnya diduga kuat karena adanya perkebunan sawit dengan area luas di daerah tersebut.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Firdaus Dewilmar mengatakan, terjadi alih fungsi lahan yang diduga kuat menjadi penyebab utama banjir bandang.

"Saya kan sempat meninjau bersama Gubernur, Pangdam dan Kapolda. Nah indikasinya selain karena terjadi penyumbatan sungai, kita temukan juga ada perkebunan sawit besar-besaran," kata Firdaus di Kota Makassar, Sulsel, Senin (27/7/2020).

Menurut dia, perkebunan sawit ini berada di perbatasan Kota Palopo - Kabupaten Luwu Utara. Menurut dia, adanya perkebunan sawit itu karena alih fungsi lahan yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab.

"Kalau ada perkebunan sawit, berarti ada pengalihan hutan, makanya itu diperkuat dengan adanya temuan aktivitas somel di perbatasan antara Palopo-Luwu Utara," ujarnya.

Kejakasaan Tinggi Sulsel, kata dia, akan turut andil dalam mendalami penyebab banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara. Dia juga sudah menurunkan tim untuk mencari fakta-fakta di lapangan.

Sementara Direktur Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sulsel, Muhammad Al-Amin meminta penegak hukum serius menangani kasus ini. Jangan hanya melakukan pendekatan yang bersifat formalitas saja.

"Kita harap penegak hukum fokus pada dua hal itu, termasuk mencari dan mencatat perusahaan sawit dan oknum pembalakan liar," ujarnya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal