Isu Air Naik, Warga Luwu Utara Berlarian Seberangi Sungai Takut Banjir Bandang Susulan

Nasruddin Rubak ยท Minggu, 26 Juli 2020 - 22:32 WIB
Isu Air Naik, Warga Luwu Utara Berlarian Seberangi Sungai Takut Banjir Bandang Susulan
Warga Masamba, Luwu Utara berlarian menyelamatkan diri dengan menyeberangi sungai menyusul isu hoaks air naik satu meter usai hujan deras. (Foto: iNews/nasruddin Rubak)

LUWU UTARA, iNews.id – Warga Masamba, Luwu Utara panik dan berlarian menyelamatkan diri dengan menyeberangi sungai setelah hujan deras mengguyur wilayah mereka, Minggu (26/7/2020) sore. Mereka khawatir terjadi banjir bandang seperti peristiwa pada Senin (13/7/2020) malam lalu yang menerjang enam kecamatan.

Kekhawatiran warga di Desa Maipi, Kecamatan Masamba itu lantaran isu debit air sungai naik satu meter setelah diguyur hujan selama beberapa jam.

Isu yang diembuskan orang tak bertanggung jawab tersebut membuat warga panik dan mulai menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman. Sebagian warga berlarian menyeberangi sungai, bahkan ada yang terpaksa memikul motor.

Hingga saat ini, masih ada ribuan warga yang ada di lima desa di Kecamatan Masamba yang terisolasi akibat jembatan putus diterjang banjir bandang. Kelima desa tersebut yakni, Maipi, Sumilin, Masamba, Lantang Tallang, dan Pincara.

Warga yang ingin keluar dari desa tersebut harus menempuh perjalanan sepanjang 5 km dengan berjalan kaki. Begitu pun jika ingin mengambil logistik yang ada di ibu kota kecamatan.

Warga Maimbi, Riswan mengatakan, banjir membuat 800 kepala keluarga di lima desa terisolasi akibat jembatan satu-satunya penghubung antardesa di Masamba putus. “Kami harus jalan kaki menyeberangi sungai sejauh 5 km karena jembatan putus,” katanya.

Dia berharap pemerintah bisa segera membangun jembatan darurat agar warga kembali beraktivitas normal.


Editor : Kastolani Marzuki