Siswi SMP di Makassar Diculik dan Disekap 6 Pria Misterius, Korban Lolos Loncat Jendela

Muhammad Nur Bone ยท Jumat, 24 Januari 2020 - 09:58 WITA
Siswi SMP di Makassar Diculik dan Disekap 6 Pria Misterius, Korban Lolos Loncat Jendela
Ilustrasi penculikan dan penyekapan. (Foto: Istimewa)

MAKASSAR, iNews.idSiswi SMP menjadi korban penculikan dan penyekapan enam pelaku misterius di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Selama dua hari, korban disekap dalam ruangan dan disuntikan cairan diduga obat bius yang membuatnya tak sadarkan diri.

Informasi yang dirangkum iNews, korban berinisial V (14) dapat meloloskan diri dengan cara meloncat dari jendela tempatnya disekap saat lepas dari penjagaan para pelaku. Setelah berhasil keluar, korban ditolong seseorang yang mengantarnya pulang.

Ayah korban, Wing mengatakan, peristiwa penculikan anaknya itu terjadi pada Sabtu (19/1/2020). Setelah mendengar pengakuan anaknya, keluarga membuat laporan polisi ke Polrestabes Medan pada Senin (21/1/2020).

BACA JUGA: Anggota DPRD Sulsel Dilaporkan ke Polisi karena Diduga Mencekik Leher Wasit Sepak Bola

“Kami sudah melapor. Semoga cepat ditindaklanjuti dan polisi menangkap para pelaku yang menculik dan menyekap anak saya,” ujar Wing, warga Jalan Bonto Daeng Ngirate, Makassar, Kamis (23/1/2020).

Dia menceritakan, kronologi kejadian bermula saat anak gadisnya keluar bersama tantenya bernama Imelda. Usai jalan-jalan, tante korban mengantarkan V pulang namun hanya sampai di depan gang.

“Jadi pas di depan gang itu anak saya berjalan kaki menuju ke rumah, tiba-tiba diculik para pelaku dan langsung dimasukan ke dalam mobil,” katanya.

Wing mengungkapkan, anaknya tidak mengenali para korban. Dia hanya mengetahui jika jumlah orang yang menculiknya ada enam orang. Salah satu diduga pemimpinnya yakni pria dengan tato di lengan.

“Mereka semua selalu memakai masker, jadi wajahnya tak ada yang dia kenali,” katanya.

Saat dalam penyekapan, pelaku meminta nomor ponsel korban dan orangtuanya. Namun korban tak memberikannya dengan dalih tak afal nomor orangtuanya. Kemudian pelaku menjawab, korban akan dipulangkan jika orangtuanya mau memberi uang tebusan Rp50 juta.

“Tapi kami belum sempat dihubungi mereka (pelaku) karena anak kami berhasil meloloskan diri,” ujar Wing.

Ibu korban, Yonavia Papilaya (55) menambahkan, anaknya tak tahu sama sekali soal lokasi penyekapan. Dia disuntik diduga dengan obat bius hingga tak sadarkan diri saat diculik.

Setelah pengaruh obat biusnya hilang, anaknya melepaskan ikatan tangan dengan cara menggesek gesek tali ke benda tumpul. Dia kemudian kabur melalui jendela ketika lepas dari pengawasan.

“Untuk sekarang anak saya masih trauma. Sering kaget dan teriak sendiri. Takut ketemu orang asing jadi belum dapat ditemui,” kata Yonavia.

Kasatreskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko membenarkan adanya laporan dugaan penculikan. Kasus tersebut kini masih dalam penyelidikan polisi.


Editor : Donald Karouw