Anggota DPRD Sulsel Dilaporkan ke Polisi karena Diduga Mencekik Leher Wasit Sepak Bola

Antara ยท Kamis, 23 Januari 2020 - 15:40 WIB
Anggota DPRD Sulsel Dilaporkan ke Polisi karena Diduga Mencekik Leher Wasit Sepak Bola
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo. (Foto: Dok iNews).

MAKASSAR, iNews.id - Seorang anggota DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel), dilaporkan ke polisi atas dugaan penganiayaan. Namun petugas belum bisa memeriksa oknum tersebut karena belum turun izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, oknum anggota DPRD berinisial HM hingga saat ini belum bisa menjalani pemeriksaan. Karena secara prosedur, polisi harus mendapatkan izin dari Kemendagri.

"Aturannya memang seperti itu, harus ada izin dahulu, baru pemeriksaan," kata Ibrahim Tompo di Kota Makassar, Sulsel, Kamis (23/1/2020).

HM diduga mencekik seorang wasit cadangan atas nama Ficky Warlang dalam pertandingan sepak bola Legislator Cup di Kabupaten Bone. Korban melaporkan dugaan kasus penganiayaan tersebut ke polisi pada Jumat (17/1/2020) lalu.

Meskipun sudah menerima laporan dari Ficky Warlang dan memeriksa saksi lainnya, penyidik belum bisa meminta keterangan terhadap anggota DPRD Provinsi Sulsel HM yang menjadi terlapor.

"Penyidik sudah mengikuti prosedur dengan meminta izin dari Kemendagri. Namun, izin tertulis yang diminta belum turun," ujar dia.

Aturan yang mengikat legislator itu tertuang dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD atau MD3.

Sebelumnya, HM hadir dalam pertandingan babak delapan besar Legislator Cup mempertemukan antara tim Timur Kota dan Putra Nipa, tim asuhan HM di Stadion Lapatau, Kabupaten Bone.

Anggota DPRD Sulsel ini merasa timnya dirugikan oleh wasit, sehingga dia kerap melayangkan protes. Namun karena tidak dihiraukan wasit, Dia masuk dalam lapangan pertandingan.

Korban Ficky Warlang yang saat itu berada di pinggir lapangan dan bertindak sebagai wasit cadangan langsung menghentikan langkah HM untuk masuk dalam lapangan, ketika itulah terjadi aksi penganiayaan terhadap korban.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal