Siswi SMK di Toraja Utara Ditemukan Tewas Tergantung, Korban Sempat Pamit ke Sekolah

Joni Lembang · Kamis, 14 Januari 2021 - 14:35:00 WITA
Siswi SMK di Toraja Utara Ditemukan Tewas Tergantung, Korban Sempat Pamit ke Sekolah
Ibu muda di Jeneponto, Sulsel nekat gantung diri usai video call dengan suaminya, Senin (3/2/2020). (Foto: iNews/Sulaiman Nai)

TORAJA UTARA, iNews.id - Seorang siswi SMK di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditemukan tewas tergantung di kamarnya. Korban sempat pamit pergi ke sekolah, namun pulang lebih awal dan langsung mengurung diri.

Siswi berinisial DT ini merupakan warga Desa Batu Lotong, Kecamatan Awan Rantekarua. Dia ditemukan tak bernyawa dalam posisi tergantung pada balok kayu di pintu kamar pada Rabu (13/1/2021) pagi.

Bhabinkamtibmas dari Polsek Rindingallo, Bripka Amos Tonapa mengatakan, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia. DT Tewas tergantung di dalam kamar.

"Awalnya korban pamit kepada orang tua untuk pergi ke sekolah di wilayah Makale," kata Bripka Amos di Kabupaten Toraja Utara, Sulsel, Kamis (14/1/2021).

Namun tak lama, DT pulang ke rumah dan langsung masuk ke dalam kamar. Korban mengurung diri selama beberapa jam hingga akhirnya ibu korban curiga dengan perilaku anaknya.

Ibu korban, M, berinisiatif memanggil anaknya itu. Tapi tak disahuti. Kemudian, dia memeriksa kamar, namun dalam kondisi terkunci, sehingga dia membuka paksa.

M terkejut ketika mendapati anaknya tergantung di depan pintu. Kerabat dan keluarga pun berdatangan ke rumah korban untuk mengevakuasi jasad siswi SMK ini.

"Hasil olah TKP, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban. Kematian korban murni karena gantung diri," ujar Bripka Amos.

Sementara itu, ibu korban berinisial M, mengatakan sebelum anaknya ditemukan tewas gantung diri, DT baru saja pulang dari sekolah saat dan langsung naik ke atas rumah menuju kamarnya/.

"Pada saat anak saya pulang dari sekolah saya berada di bawah kolong rumah dan menunggu anak saya untuk turun, namun tidak turun jadi saya naik ke atas rumah sambil memanggil namun tidak ada jawaban," ujarnya.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal