Sempat Difitnah, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Maafkan Eks Karo Pembangunan Setda

Sindonews ยท Selasa, 25 Februari 2020 - 12:55 WIB
Sempat Difitnah, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Maafkan Eks Karo Pembangunan Setda
Pertemuan Gubernur Nurdin Abdullah dengan Jumras. (Foto: Sindonews).

MAKASSAR, iNews.id - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah, menerima kedatangan mantan Kepala Biro Pembangunan Setda Sulsel, Jumras. Padahal dia sebelumnya telah difitnah menerima mahar politik dalam Pilgub 2018.

Nurdin mengatakan, tidak pernah dendam dengan Jumras. Dia berharap, dengan kasus pencemaran nama baik yang menjeratnya, Jumras akan jadi pribadi yang lebih baik ke depannya.

"Mudah-mudahan Pak Jumras menyadari ini. Tentu saya tidak ada niat sedikit pun untuk menghukum orang dan sebagainya," kata Nurdin usai bertemu Jumras, di Kota Makassar, Selasa (25/2/2020).

Jumras kini ditetapkan tersangka atas kasus pencemaran nama baik. Terkait dengan masalah hukumnya, kata dia, diserahkan ke penyidik. Dia menyebut sama sekali tidak ada maksud sedikit pun mencederai keluarga tersangka.

Jumras mendatangi rumah jabatan Gubernur Sulsel didampingi penyidik Polrestabes Makassar ini untuk memohon maaf kepada Gubernur Nurdin atas fitnah yang sudah dilakukannya.

Di depan Jumras dan penyidik kepolisian bersama sejumlah pejabat di Sulsel, Gubernur Nurdin meluruskan tudingan tidak berdasar yang mencuat pada sidang hak angket tahun 2019.

Eks Bupati Bantaeng ini mengaku saat bertarung pada Pilgub Sulsel 2018, dirinya sama sekali tidak pernah menerima mahar dari pengusaha.

"Jujur saya juga kaget tiba-tiba saya (difitnah) mendapat uang apa segala. Padahal itu yang saya hindari. Demi Allah, saya tidak didukung oleh satupun kontraktor di Sulsel," ujar dia.

Dalam sidang hak angket DPRD Sulsel pada tahun lalu, Jumras diketahui melontarkan penyataan mengejutkan. Dia menuding Gubernur Sulsel menerima mahar Rp10 miliar dari kontraktor guna dipakai untuk Pilgub 2018.

Belakangan, pernyataan itu tidak bisa dibuktikan oleh Jumras yang malah membuatnya ditetapkan sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik.

Jumras sendiri mengakui kesalahannya. Dia telah memohon maaf kepada Gubernur Nurdin. Dalam pertemuan pagi tadi, Jumras sempat memeluk dan mencium tangan Nurdin sambil menangis.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal