Rumah Adat Tongkonan Khas Tana Toraja, Sejarah, Ciri Khas dan Nilai Filosofi
Selain itu, rumah tongkonan harus dibangun dengan menghadap ke utara, hal ini dipercaya karena Tuhan yang mereka sembah berada di bumi belahan bagian utara.
Keunikan dari rumah adat tongkonan yakni setiap bagian depan rumah adatnya selalu dijumpai tanduk kepala kerbau. Tanduk kepala kerbau ini menjadi simbol sebagai status sosial pemilik rumah. Semakin banyak tanduk kepala kerbau, maka semakin tinggi kasta sosial tuan rumah tersebut.
Selain tanduk, bagian kepala kerbau bisa ditemukan di rumah adat yang satu ini. Kepala kerbau yang digunakan ada tiga jenis, yakni kerbau hitam, kerbau putih dan kerbau belang.
Pada awal mula pembangunan dari rumah adat tongkonan ini , bentuk rumah adat menyerupai pohon pipit. Namun seiring berjalannya waktu, bentuk dari rumah tongkonan mengalami perubahan dengan memiliki atap yang berbentuk seperti perahu raksasa. Hal ini yang menjadi daya tarik utama wisatawan untuk berkunjung ke Tana Toraja.
Dalam desain motif ukiran pada rumah tongkonan ini memiliki 4 warna yang mendominasi, yakni kuning, merah, hitam dan putih. Pemilihan warna ini bukan tanpa alasan tidak jelas, justru penggunaan warna digunakan sangat memiliki nilai filosofis yang mendalam.
Untuk warna kuning diartikan sebagai anugerah dari maha kuasa dan bentuk syukur masyarakat Toraja terhadap Sang Pencipta. Kemudian warna putih sebagai bentuk kesucian dan kebersihan masyarakat Toraja dalam menjalankan kepercayaan dan adat yang berlaku.
Untuk warna merah menyimbolkan sebagai kehidupan yang dilakukan manusia dan warna hitam sebagai warna duka, manusia juga akan meninggal pada waktunya.
Editor: Donald Karouw