Polisi Tahan 13 Tersangka Dugaan Korupsi RS Batua Makassar, Khawatir Akan Kabur

Faisal Mustafa ยท Jumat, 31 Desember 2021 - 10:25:00 WITA
Polisi Tahan 13 Tersangka Dugaan Korupsi RS Batua Makassar, Khawatir Akan Kabur
Proyek pembangunan RS Batua Makassar. (Foto: Antara).

MAKASSAR, iNews.id - Polisi menahan 13 tersangka dugaan kasus korupsi RS Batua Makassar. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi mereka kabur.

Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Fadli mengatakan, mereka dikhawatirkan memanfaatkan momen Natal dan Tahun Baru ini untuk kabur, sehingga diamankan lebih dulu.

"Biar mereka masuk tahanan semua dulu," kata Kompol Fadli di Kota Makassar, Sulsel, Kamis (30/12/2021).

Tersangka masing-masing berinisial AN, SR, MA, FM, HS, MW, AS, MK, AIHS, AEHS, DR, ATR dan RP. Penahanan dilakukan setelah proses pemberkasaan di antara beberapa tersangka diangkap selesai atau P21.

"Sudah lengkap semua. Sementara lagi diperiksa kesehatannya," ujarnya.

Adapun rincian peran tersangka yakni AN selaku pengguna anggaran, SR selaku kuasa pengguna anggaran sekaligus pejabat pembuat komitmen. Lalu MA selaku pejabat pelaksana teknis kegiatan.

Kemdian tersangka berinisial FM selaku panitia penerima hasil pekerjaan. Kemudian HS, MW, AS dari kelompok kerja (Pokja) 3. Lalu MK selaku Direktur PT SA, AIHS selaku Kuasa Direktur PT SA.

Lalu AEHS selaku Direktur PT TMSS, DR dan APR selaku konsultan pengawas CV SL, dan RP selaku inspektur pengawasan.

Proyek rumah sakit tipe C di Jalan Abdul Daeng Sirua, Kecamatan Manggala itu, menelan anggaran Rp25,5 miliar dari APBD Makassar tahun 2018. Pembangunan tersebut dikerjakan PT SA.

Hasil penyidikan dan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI ditemukan kerugian negara Rp22 miliar. Polisi menyebut ada pengaturan pemenang lelang oleh Pokja II.

Kemudian PT SA dan penerima subkontrak AIHS melaksanakan pekerjaan tidak sesuai dengan kontrak atau spesifikasi dan membuat addendum kontrak yang tidak sesuai dengan mekanisme.

Lalu hasil pemeriksaan dan pengujian di lapangan terhadap semua komponen bangunan ditemukan mutu bangunan sangat buruk. Sehingga BPK menganggap proyek tersebut total loss.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal

Bagikan Artikel: