Pencurian Bermodus Prostitusi Online di Makassar, Motif Butuh Ongkos Pulang ke Padang

Sindonews, Faisal Mustafa ยท Selasa, 14 Januari 2020 - 19:45 WIB
Pencurian Bermodus Prostitusi Online di Makassar, Motif Butuh Ongkos Pulang ke Padang
Petugas Polsek Panakkukang menangkap pasangan suami istri pelaku pencurian bermodus prostitusi online. (Foto: Sindonews).

MAKASSAR, iNews.id - Polisi menangkap pasangan suami istri di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang melakukan aksi pencurian bermodus prostitusi online. Motifnya, karena keduanya butuh ongkos untuk pulang kampung ke Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Kapolsek Panakkukang, Kompol Jamal Fathur Rahman mengatakan, pelaku perempuan Desi (22) memang berasal dari Kota Padang, Sumbar. Kepada polisi dia mengaku baru dua hari di Kota Makassar bersama sang suami, Ihsan (22), untuk bertemu teman lama.

"Mereka singgah di Makassar dan tinggal di kos-kosan Jalan Tidung, Kecamatan Rappocini," kata Jamal kepada wartawan di Mapolsek Panakkukang, Kota Makassar, Sulsel, Selasa (14/1/2020).

BACA JUGA: Pasangan Suami Istri di Makassar Mencuri dengan Modus Prostitusi Online

Desi mengatakan, begitu tiba di Kota Makassar, persiapan uang untuk pulang ke Kota Padang sudah habis. Dia pun memutar otak untuk bisa pulang kampung, dan terlintas di pikirannya untuk berbisnis prostitusi online, tapi niatnya memang untuk mencuri.

Perempuan ini pun menjajakan diri di Mi Chat. Berdasarkan hasil kesepakatan dengan suaminya. Dia mematok tarif Rp600.000 termasuk biaya kamar wisma.

"Langsung dia (korban) menawarkan. Padahal yang chat banyak, tapi satu yang saya ambil. Saya bukan PSK. Tapi dulu sexy dancer di Hotel Classic Jakarta, dan di sana juga bertemu suami," ujarnya.

BACA JUGA: Polisi Bongkar Kasus Prostitusi Berkedok Kos-Kosan yang Dikelola Ibu dan Anak di Padang

Dalam aksinya ini, kedua pelaku saling berbagi peran. Desi mengajak korban ke kamar penginapan dan menggasak barang-barang pria yang menyewa jasanya itu, sedangkan Ihsan menunggu dengan mobil sedan yang dipinjam dari teman lamanya di Kota Makassar.

"Suami nunggu di luar, suami bilang jangan sampai main, ambil saja uangnya. Jadi saya suruh dia (korban) mandi, dan saat ada peluang saya tinggal pergi," katanya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Desi bersama Ihsan terpaksa mendekam di sel tahanan Mapolsek Panakukang. Mereka terancam hukuman tujuh tahun penjara.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal