Pemprov Sulsel Bagikan Sembako kepada Warga Makassar yang Terdampak Virus Corona

Nani Suherni ยท Senin, 06 April 2020 - 17:01 WIB
Pemprov Sulsel Bagikan Sembako kepada Warga Makassar yang Terdampak Virus Corona
Pembagian sembako dari Pemprov Sulsel kepada warga Makassar yang terdampak virus corona. (Foto: Humas Pemprov Sulsel)

MAKASSAR, iNews.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) telah membagikan sembako atau kebutuhan pokok kepada warga yang terdampak virus corona. Bantuan ini diharapkan bisa membantu warga, terutama yang pendapatan sehari-harinya terganggu karena wabah Covid-19.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, bantuan itu disalurkan Pemprov Sulsel melalui PKK dan Dinas Sosial. Adapun kebutuhan pokok yang dibagikan kepada warga seperti beras, minyak goreng, mi instan dan telur.

Untuk saat ini, lokasi pembagian masih difokuskan ke wilayah zona merah atau daerah dengan tingkat penyebaran virus yang tinggi di Makassar. “Ke depannya akan kami salurkan juga ke daerah-daerah lainnya di Sulawesi Selatan,” kata Nurdin, dikutip iNews.id dari akun Instagramnya, Senin (6/4/2020).

Pemprov Sulsel sebelumnya juga meminta agar perusahaan mengalokasikan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu masyarakat yang terkena dampak dari Covid-19. Apalagi, pandemi corona sangat memengaruhi perekonomian, terutama bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

“Melalui program CSR ini, diharapkan bisa ikut membantu dalam Social Safety Net (Jaring Pengaman Sosial),” kata Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat video conference bersama Gugus Tugas Covid-19, para asisten, OPD dan pimpinan Bank Sulselbar, Kamis, 2 April 2020.

Pemprov Sulsel juga telah menyurati perusahaan BUMN, BUMD, korporasi dan perusahaan lainnya terkait program CSR untuk penanganan Covid-19. Surat tersebut ditandatangani Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

“Ini sebagai tindak lanjut dari arahan Bapak Gubernur dan sesuai arahan Bapak Presiden untuk menjamin social safety net selama masa penanganan Covid-19 ini,” ujar Andi Sudirman.

Dia mengatakan, selama penanganan Covid-19, akan berimbas pada kegiatan individu, kelompok-kelompok, terutama pada sektor usaha. Penutupan kegiatan yang sifatnya massif dan mulai tidak melakukan kegiatan ekonomi, berdampak kepada para pekerja.

“Sesuai analisis ekonomi, kata Andi Sudirman, 40 persen penduduk terdampak pada kebijakan slow down ini,” ujarnya.

Sementara, Pangdam XIV Hasanuddin, Mayor Jenderal TNI Andi Sumangerukka, mengakui, langkah Pemprov Sulsel ini sangat tepat untuk antisipasi. Ia berharap, secepatnya virus ini bisa diatasi. “Semoga masyarakat tidak panik, dan masyarakat sadar untuk mengikuti arahan pemerintah untuk social distancing,” ujar Ketua Gugus Tugas Covid-19 Sulsel ini.

Wakapolda Sulsel Brigjen Halim Pagarra, juga turut mendukung langkah Pemprov Sulsel. Penyaluran bantuan ini juga harus berpedoman pada social distancing. Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 ini menyarankan Pemprov terlebih dahulu membuat data base terkait masyarakat yang terkena dampak wabah virus corona, terutama bagi mereka yang berpenghasilan rendah.


Editor : Maria Christina