Pemkot Makassar Beli 3 Ekskavator untuk Atasi Banjir Senilai Rp13,49 Miliar

Sindonews ยท Rabu, 05 Februari 2020 - 12:30 WITA
Pemkot Makassar Beli 3 Ekskavator untuk Atasi Banjir Senilai Rp13,49 Miliar
Pengerukan sedimen yang dilakukan oleh Dinas PU Makassar di Kanal Panampu, Makassar beberapa waktu yang lalu. (Foto: SINDOnews/Muchtamir Zaide)

MAKASSAR, iNews.id – Dinas Pekerjaan Umum (PU) segera memiliki tiga unit ekskavator. Pengadaannya sementara sudah masuk tender dalam Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Makassar.

Ketiga alat berat ini menghabiskan anggaran mencapai Rp13,48 miliar. Rinciannya, ekskavator spider mini seharga Rp1,30 miliar, amphibius Rp4,40 miliar dan ekskavator spider besar senilai Rp7,79 miliar.

Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas PU Kota Makassar Rostati Husain mengatakan, ketiga alat berat ini nantinya akan diserahkan ke Bidang Pengengeloaan Sumber Daya Air (PSDA) dan Drainase untuk pengerukan sedimen di saluran drainase.

"Kalau spider kecil untuk pengangkatan sedimen di drainase. Ekskavator spider ukuran besar juga sama tapi untuk di kanal, sama dengan amphibius," kata Rostati, Rabu (5/2/2020).

Dia menyebutkan, khusus tahun ini, ada empat unit alat berat yang diadakan. Di antaranya, ekskavator spider mini, ekskavator spider besar, ekskavator amphibius dan dekoloder.

"Yang tiga itu sudah tayang di LPSE, kalau dekoloder nanti baru ditender," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang PSDA dan Drainase Dinas PU Kota Makassar Fuad Azis menilai, pengadaan alat berat ini merupakan salah satu upaya untuk peningkatan kinerja saluran drainase mengingat ada jutaan kubik sedimen yang harus diatasi.

"Jadi alat ini bisa membantu pengerukan saluran sedimentasi yang tidak bisa dilakukan oleh tenaga manusia," ujarnya.

Fuad mengungkapkan, selama ini pengerukan sedimentasi untuk saluran tersier biasanya dilakukan tenaga manusia. Sementara saluran sekunder dan primer yang ukurannya cukup besar harus dibersihkan dengan menggunakan alat berat.

"Alat yang diadakan ini memang untuk pengerukan sedimen di saluran sekunder dan primer. Ini juga membantu teman-teman di balai. Jadi percepatan saluran itu bisa cepat," katanya.

Menurutnya, saat ini bidangnya belum memiliki ekskavator jenis spider, baik yang berukuran mini maupun besar. Adanya alat ini diharapkan dapat membantu untuk mengeruk jutaan kubik sedimen yang tidak bisa dituntaskan tenaga manusia.

"Kalau jenis spider itu baru tahun ini, tapi kalau amphibi itu sudah alat yang keempat diserahkan ke kami," ujar Fuad.


Editor : Donald Karouw