Pemerkosa Anaknya Masih Bebas, Seorang Ibu Menangis di Kejari Janeponto Minta Keadilan

Sulaiman Nai ยท Kamis, 05 Desember 2019 - 17:24 WITA
Pemerkosa Anaknya Masih Bebas, Seorang Ibu Menangis di Kejari Janeponto Minta Keadilan
Kamis (5/12/2019), seorang ibu memeluk pegawai Kejari Janeponto dan menangis meminta pelaku pemerkosa anaknya ditangkap. (Foto: iNews/Sulaiman Nai)

JANEPONTO, iNews.id – Seorang ibu menangis tersedu-sedu dan memeluk pegawai di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Janeponto, Sulawesi Selatan, Kamis (5/12/2019). Sambil membawa sebuah dokumen, wanita tersebut terus menanyakan kejelasan kasus pemerkosaan yang menimpa anaknya.

Isra Daeng Bola menangis tak terima lantaran pemerkosa anaknya yang merupakan tetangga tidak ditahan polisi dan masih berkeliaran. Anak Isra masih duduk di bangku sekolah dasar. Isra mengetahui hal tersebut karena curiga sang anak terus mengeluh sakit di bagian kemaluan.

“Terus saya harus bagaimana?” ucap Isra sambil terisak. Salah seorang pegawai Kejari Janeponto menjelaskan proses berkasnya masih belum selesai dan belum ada pemanggilan terhadap pelaku.

Merasa tak mendapat jawaban, Isra bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Janeponto, Sitti Juniati mendatangi Polres Janeponto. Di sana Isra kembali mempertanyakan kenapa pemerkosa anaknya tak kunjung ditangkap. Padahal dirinya sudah melapor sejak 7 Agustus 2019.

“Aku stres kenapa pelaku masih bebas, di mana keadilan? Anakku dicabuli, sampai trauma. Bagaimana hasilnya,” ucap Isra juga sambil menangis.

Kasubbag Humas Polres Janeponto AKP Sahrul Regama membenarkan bahwa yang bersangkutan sudah melapor sejak tanggal 7 Agustus 2018. Kejadian pemerkosaan itu diketahui terjadi di Kelurahan Tonrokassi, Tamalatea, Janeponto.

“Kejadian terjadi pada Agustus 2018 di mana pelaku RW mengajak korban dengan cara berbohong. Kemudian di bawah ancaman kekerasan pelaku mencabuli korban. Korban masih duduk di sekolah dasar,” kata Sahrul.

Saat ditanya perkembangan berkas, Sahrul mengatakan pihak kepolisian sudah melimpahkan berkas ke jaksa penuntut umum. Ketika berkas selesai diperiksa, kepolisian bisa bergerak menyita barang bukti serta menahan pelaku.

“Berkas sudah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum. Jika berkas dinyatakan P21 maka polisi baru bisa bergerak menyita barang bukti,” ujarnya.


Editor : Rizal Bomantama