Mengaku Mabuk, Pelaku Pengancaman Warga di Makassar Sempat Arahkan Samurai ke Polisi

Muhammad Nur Bone ยท Kamis, 09 Juli 2020 - 12:35 WIB
Mengaku Mabuk, Pelaku Pengancaman Warga di Makassar Sempat Arahkan Samurai ke Polisi
Pelaku pengancam warga di Makassar diamankan polisi. (Foto: iNews/M Nur Bone).

MAKASSAR, iNews.id - Seorang pelaku yang terlibat aksi pengancaman terhadap warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), sempat arahkan samurai yang dipegangnya ke polisi. Namun petugas lebih sigap, sehingga pria tersebut dapat diamankan.

Pelaku Irsan alias Icank (29) warga Jalan Ali Malaka, Kecamatan Panakkukang, diamankan karena dinilai membuat kegaduhan pada Kamis (9/7/2020) dini hari. Warga pun melaporkan aksinya tersebut ke Polsek Panakkukang.

Mirisnya saat hendak diamankan, Icank sempat mengarahkan samurai yang dia bawa ke itu ke polisi. Seketika, anggota pun sigap membekuk pelaku. Saat diinterogasi, dia mengaku sedang dalam kondisi mabuk.

"Iya, saya mabuk Pak. Minum ballo (miras lokal)," kata Icank di Mapolsek Panakkukang, Kota Makassar, Sulsel, Kamis pagi.

Dia kemudian meminta maaf kepada polisi atas perbuatannya itu. Icank mengaku khilaf karena sedang marah dengan mantan istrinya yang dikabarkan sedang bersama pria lain.

"Maaf pak. Tadi saya mabuk," katanya.

Sebelumnya Kasi Humas Polsek Panakkukang, Bripka Ahmad Halim mengatakan, motifnya karena cemburu melihat mantan istrinya bertemu dengan seorang warga yang menjadi korban ancaman pelaku.

"Pelaku ini diduga cemburu melihat korban sedang bersama dengan mantan istrinya," ujar dia.

Dari keterangan sementara, kasus tersebut berawal saat pelaku mendapat kabar bahwa mantan istrinya sedang bersama pria lain. Icank yang merasa cemburu langsung mendatangi rumah mantan istrinya tersebut.

Dia pun mendatangi pria teman sang mantan istri sambil mengancam korban dengan samurai. Aksinya ini kemudian dilaporkan warga sekitar ke Polsek Panakkukang, sehingga tidak lama petugas tiba di TKP.

"Kami sudah amankan. Termasuk juga samurai yang dibawa pelaku," ujar dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal