Makassar Gempar, Hakim Tinggi PTTUN Ditemukan Tewas dalam Kamar Kos

Faisal Mustafa · Sabtu, 14 Agustus 2021 - 10:56:00 WITA
Makassar Gempar, Hakim Tinggi PTTUN Ditemukan Tewas dalam Kamar Kos
Petugas saat mengevakuasi mayat H Satibi Hidayat (63), salah satu hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Makassar. (Foto: SINDOnews/Faisal Mustafa)

MAKASSAR, iNews.idPenemuan mayat dalam kamar kos gemparkan warga Jalan Bumi Karsa, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (13/8/2021). Korban pria paruh baya yang diketahui bernama H Satibi Hidayat (63), salah satu hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Makassar.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Masale Bripka Muh Rais mengatakan, peristiwa ini pertama kali diketahui penjaga kosan atau sekuriti bernama Asrianto.

"Tadi pagi Pak Asrianto ini mau bawakan makanan, terus mengetuk pintu tidak menjawab. Kebetulan pintu kamar tidak terkunci yah dia buka dan di situlah ditemukan korban sudah tidak bernyawa dengan posisi terbaring di atas tempat tidur menggunakan selimut biru," ujar Rais kepada wartawan, Jumat (14/8/2021).

Dia menjelaskan, saksi Asrianto mengaku terakhir kali bertemu korban pada Kamis (12/8/2021) malam. Ketika itu almarhum meminta tolong dipijat karena merasa kecapekan.

"Sorenya harinya itu dia (almarhum) habis main voli di PTTUN," kata Rais.

Dia menyebutkan almarhum sudah mendiami kosan tersebut sejak tiga tahun terakhir.

"Di TKP itu juga ada beberapa hakim PTTUN yang tinggal karena kan dekat dengan kantor mereka di Jalan AP Pettarani. Kalau lamanya bertugas saya kurang tahu," ucapnya.

Saat ini, jenazah Satibi masih ditangani tim Dokpol Polda Sulsel di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

"Kalau autopsi tergantung keluarganya, tapi kemungkinan besar tidak diautopsi karena keluarganya tidak minta. Keluarganya ada di Jakarta," ujarnya.

Dia menambahkan petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Di TKP, polisi juga tidak menemukan benda mencurigakan.

"Obat-obatan tidak ada, hanya minyak kayu pautih dan minyak gosok," ucapnya.

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: