Libur 2 Pekan, Pelajar di Toraja Diminta Tidak Nongkrong di Warnet dan Warkop

Sindonews, Joni Lembang ยท Rabu, 18 Maret 2020 - 20:30:00 WITA
Libur 2 Pekan, Pelajar di Toraja Diminta Tidak Nongkrong di Warnet dan Warkop
Polisi menjaring sejumlah pelajar yang ketahuan bolos di jam sekolah. (Foto: Antara).

TORAJA, iNews.id - Para pelajar di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel), diminta tidak mengisi libur 14 hari karena antisipasi wabah virus korona dengan main ke warnet dan warkop. Karena itu dinas pendidikan harus punya sistem pengawasan yang ketat.

Ketua Lembaga Kajian Toraja, Ferianto Belopadang mengatakan, bila tidak ada pemantauan, para peserta didik ini tidak akan aktif belajar di rumah. Mereka malah nongkrong warnet atau warkop.

"Harus ada pengawasan ketat selama kegiatan belajar mengajar di sekolah dihentikan. Jangan sampai, selama libur sekolah itu, banyak siswa tidak belajar tapi nongkrong," kata Ferianto, Rabu (18/3/2020).

Dia menyarankan, dinas pendidikan bisa berkoordinasi dengan Satpol PP untuk merazia pelajar yang nongkrong di warnet atau warkop selama masa libur ini. Apalagi, sistem jam belajar efektif masih berlaku meski mereka tidak berangkat ke sekolah.

Pemberhentian sementara proses belajar mengajar di sekolah bukan berarti para pelajar bisa bebas berkeliaran. Sekolah diliburkan agar peserta didik belajar di rumah mewaspadai wabah virus korona.

"Razia yang nongkrong di warkop, warnet maupun tempat keramaian lainnya merupakan upaya agar peserta didik selama masa libur 14 efektif belajar di rumah," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Tana Toraja, Anthon Toding menyatakan, sesuai surat edaran Bupati Tana Toraja, seluruh kegiatan belajar mengajar di sekolah mulai dari tingkat PAUD, TK, SD dan SMP dan SMA dihentikan selama 14 hari terhitung tanggal 17-31 Maret.

"Libur sekolah itu bukan dimanfaatkan peserta didik untuk bepergian tetapi diisi dengan kegiatan belajar di rumah masing-masing," kata Anthon.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal