Keterangan Lengkap Eva saat Hilang di Gunung Abbo Maros, Selalu Berdoa dan Berzikir

Herman Kambuna ยท Kamis, 10 Juni 2021 - 10:40:00 WITA
Keterangan Lengkap Eva saat Hilang di Gunung Abbo Maros, Selalu Berdoa dan Berzikir
Momen evakuasi pendaki perempuan hilang di Gunung Abbo Maros. (Foto: iNews/Herman).

MAROS, iNews.id - Kondisi pendaki perempuan yang hilang di Gunung Abbo, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), sudah mulai membaik. Korban pun memberikan keterangan saat empat hari tersesat di hutan.

Berikut tanya jawab Eva dengan seorang petugas kepolisian:

Eva menjalani perawatan di ruangan rumah sakit. (Foto: iNews/Herman).
Eva menjalani perawatan di ruangan rumah sakit. (Foto: iNews/Herman).

Bagaimana awalnya bisa sampai hilang?

Saya buang air kecil di balik bebatuan. Saat itu saya merasa sedang buang air tapi kondisinya berdiri. Lalu saya lepas sendal dan mundur tiga langkah. Kemudian masuk ke dalam gua hingga tiba-tiba saja tertidur.

Tiba-tiba besoknya saya bangun, sudah berpindah lagi ke gua berikutnya. Begitu terus hingga keesokan hari saya bangun dan berpindah lagi.

Apakah merasa takut?

Tidak. Saya merasa selalu ingat Allah dan berzikir.

Begini wajah Eva pendaki perempuan yang hilang di Gunung Abbo. (Foto: iNews/Herman).
Begini wajah Eva pendaki perempuan yang hilang di Gunung Abbo. (Foto: iNews/Herman).

Sadar kalau hilang?

Saya tidak merasa di dalam gua. Perasaan seperti ada di suatu rumah yang enak sekali tidurnya.

Sempat lihat orang-orang mencari Eva?

Iya, saya melihat orang-orang lewat. Saya sempat panggil, "Saya di sini" tapi tidak ada yang lihat.

Pendaki perempuan yang hilang di Gunung Abbo, Kabupaten Maros, dirawat di puskesmasn. (Foto: MPI/Herman Kambuna)
Pendaki perempuan yang hilang di Gunung Abbo, Kabupaten Maros, dirawat di puskesmasn. (Foto: MPI/Herman Kambuna)

Bagaimana jaket bisa sampai terlepas?

Saya ikat jaket ini di leher. Saat pindah ke gua ketiga, saya melihat semacam sinar cahaya sampai jaket itu lepas. 

Apa yang dirasakan terakhir kali sebelum ditemukan?

Saya mencium wangi parfum yang harum sekali. Saat itu saya berdoa, ya Allah kalau memang ini baik, izinkan saya mencium lagi. Kemudian tercium lagi harum. Lalu saya membuka mata dan ada di bawah tebing gunung dekat kemah.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal