Kena Razia Polisi, Sekelompok Pemuda di Makassar Berdalih Tenggak Miras sebagai Obat

Leo Muhammad Nur ยท Rabu, 19 Februari 2020 - 14:45 WITA
Kena Razia Polisi, Sekelompok Pemuda di Makassar Berdalih Tenggak Miras sebagai Obat
Pesta miras di Makassar dibubarkan polisi. (Foto: iNews/Leo M Nur).

MAKASSAR, iNews.id - Polisi kembali membubarkan pesta minuman keras (miras) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Senin (18/2/2020) malam. Langkah ini dilakukan karena banyaknya laporan dari masyarakat yang resah dengan ulah para peminum ini.

Patroli yang dipimpin Dantim Penikam Polrestabes Makassar, Ipda Arif Muda, menyasar kelompok pemuda di Jalan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate. Belasan warga di sana tertangkap basah dengan menggelar pesta miras jenis ballo.

"Ini untuk obat, Pak," kata seorang pemuda yang ada dalam tongkrongan tersebut.

Ketika itu, Ipda Arif langsung memberikan pembinaan kepada sekelompok pemuda tersebut. Miras yang mereka konsumsi ini kerap kali memicu gangguan ketertiban dan keamanan masyarakat sekitar.

"Memang ada laporan dari warga ke polisi kalau di sekitar Tamalate ini kerap menjadi lokasi pesta miras," kata Ipda Arif kepada iNews di Kota Makassar, Sulsel, Selasa (19/2/2020).

Menurut dia, pada malam itu tim langsung melakukan patroli dan mendapati adanya pesta miras tersebut. Sementara para pelaku hanya mendapat pembinaan dari petugas agar tidak mengulangi perbuatan yang dianggap meresahkan warga itu.

Lalu, petugas meminta warga yang sedang pesta miras untuk membuang miras ballo yang sudah disajikan. Arif mengatakan, ini merupakan teguran kedua, dan dia harap warga tak kembali melanggar.

"Kami minta mereka untuk tidak mengulangi sampai tiga kali, karena petugas akan mengambil tindakan bila masih pesta miras," ujarnya.

Dia menyebut, warga yang sedang pesta miras itu pun diminta kembali ke rumah masing-masing dan tidak kembali berkumpul di tempat tersebut. Tujuannya untuk menghindari hal-hal yang malah memicu terjadinya tindak kriminal.

"Jadi kami minta mereka kembali ke rumah masing-masing," katanya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal