Kasus Penculikan Siswi SMP di Makassar Hoaks, Korban Mengarang Cerita karena Takut Dimarahi Orang Tua

Andi Deri Sunggu ยท Sabtu, 25 Januari 2020 - 12:55 WITA
Kasus Penculikan Siswi SMP di Makassar Hoaks, Korban Mengarang Cerita karena Takut Dimarahi Orang Tua
Polisi meminta keterangan korban yang telah mengarang cerita kasus penculikan. (Foto: iNews/Andi Deri Sunggu).

MAKASSAR, iNews.id - Kabar adanya insiden penculikan terhadap siswi SMP di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), ternyata hoaks. Polisi yang menelusuri kasus tersebut memastikan kalau korban V (14) hanya mengarang cerita.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Inratmoko mengatakan, dugaan kasus penculikan tersebut hanyalah karangan korban. Padahal dia menginap di rumah temannya selama dua hari dan tidak enggan untuk pulang ke rumah.

"Korban ini sedang ada masalah dengan ibunya, jadi dia menginap di rumah temannya dan saat pulang mengarang cerita penculikan," kata Inratmoko di Kota Makassar, Sulsel, Sabtu (25/1/2020).

BACA JUGA: Kronologi Penculikan Siswi SMP di Makassar, Pelaku Pakai Masker dan 1 Orang Bertato

Menurut dia, polisi memang sudah merasa janggal dengan laporan orang tua korban ketika dilakukan olah TKP. Hal ini diperkuat dengan pemeriksaan saksi-saksi di lapangan, hingga akhirnya polisi memeriksa korban V.

Kepada polisi, siswi SMP itu mengaku bahwa dirinya hanya mengarang cerita kepada orang tuanya. Dia sebetulnya menginap selama dua hari di rumah teman karena ada masalah dengan sang ibu.

"Saat ini kita masih mendalami laporan palsu tersebut. Sebab kabar adanya kasus penculikan ini sempat membuat geger warga sekitar," ujar dia.

BACA JUGA: Siswi SMP di Makassar Diculik dan Disekap 6 Pria Misterius, Korban Lolos Loncat Jendela

Sebelumnya, siswi SMP mengaku menjadi korban penculikan pada Sabtu (19/1/2020) lalu selama dua hari. Korban dibawa oleh enam orang tak dikenal yang menggunakan masker, lalu dibawa dan disekap di sebuah ruangan.

Dalam cerita karangannya itu, V mengaku berhasil meloloskan diri dengan cara meloncat dari jendela tempatnya disekap. Dia baru kembali pulang pada Senin (21/1/2020) setelah diantar oleh seseorang ke kawasan dekat rumahnya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal