Imbas Corona, Hampir 10.000 Pekerja di Sulsel Dirumahkan

Antara ยท Sabtu, 11 April 2020 - 21:15 WITA
Imbas Corona, Hampir 10.000 Pekerja di Sulsel Dirumahkan
Ilustrasi pemutusan hubungan kerja (PHK). (Foto: Sindonews)

MAKASSAR, iNews.id -  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat ada sebanyak 9.726 pekerja dirumahkan. Hal ini merupakan imbas daro wabah virus corona  atau Covid-19 di Sulsel.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulsel Darmawan Bintang mengatakan, ribuan pekerja tersebut terdiri atas pekerja terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dirumahkan dan dirumahkan dengan sebagian upah.

"Sampai Jumat (10/4/2020) data dari 13 kabupaten atau kota totalnya 9.726 orang pekerja se-Sulsel yang terimbas wabah Covid-19," kata Darmawan, Sabtu (11/4/2020).

Darmawan menambahkan, ke-13 kabupaten/kota tersebut di antaranya Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Bulukumba, Sinjai, Wajo, Pangkep, Luwu Utara, Luwu Timur, Toraja dan Toraja Utara.

Pekerja dibayar 50 persen atau sebagian sebanyak 575 pekerja, yang dirumahkan tanpa pembayaran 8.993 orang dan ada lima pekerja dirumahkan tanpa keterangan.

"Sementara pekerja PHK 153 orang, terdiri atas 88 orang di Kota Makassar, 64 Kabupaten Palopo dan satu orang di Takalar. Ada lima pekerja dari Kabupaten Luwu Timur tanpa keterangan, apakah mereka menerima upah atau tidak," katanya.

Darmawan mengatakan ribuan pekerja yang terkena imbas Covid-19 itu berasal dari 217 perusahaan yang didominasi dari sektor pariwisata dan sektor jasa konstruksi.

Sebagai salah satu upaya pemerintah mengatasi lonjakan PHK tersebut, kata Darmawan, pemerintah pusat telah meluncurkan Program Kartu pra-Kerja yang diprioritaskan bagi pekerja terdampak pandemi corona.

"Pemerintah Provinsi Sulsel mendapat kuota pada program ini sebanyak 158.936 orang dari lebih 5 juta sasaran pemerintah pusat," kata dia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto