Geger Aksi Teror Remas Payudara Mahasiswi di Makassar, Modus Meminta Izin ke Korban

Herni Amir ยท Kamis, 20 Februari 2020 - 17:35 WIB
Geger Aksi Teror Remas Payudara Mahasiswi di Makassar, Modus Meminta Izin ke Korban
Ilustrasi pelecehan. (Foto: Istimewa)

GOWA, iNews.id - Seorang mahasiswi di Kota Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengaku telah mengalami pelecehan seksual di wilayah Sombaopu. Modus pelaku dengan meminta izin meremas payudara korban.

Korban berinsial MIR (18) mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang mengalami teror tersebut pada Rabu (19/2/2020) sekitar pukul 19.00 WITA, kemarin.

Kronologinya berawal saat dia hendak ke kos rekannya yang berlokasi di belakang Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar. Ketika itu, dia lorong sepi dan berpapasan dengan seorang laki-laki dari arah berlawanan.

"Pas berpapasan sekitar dua meter laki-laki itu panggil saya. Saya berhenti dan dia menghampiri saya. Terus dia menyapa dan bilang kalau ternyata dia salah orang," kata MIR kepada wartawan di Kabupaten Gowa, Sulsel, Kamis (20/2/2020).

Lelaki itu kemudian berlalu. Namun tidak lama kemudian, dia kembali lagi menghampiri MIR. Ketika itulah pria tersebut meminta izin untuk meremas payudara korban.

"Untung waktu itu saya di atas motor. Waktu dia bilang kalau dia mau pegang payudaraku saya langsung gas motor. Jadi tangannya hanya sempat memegang pundak saya," ujarnya.

Belakangan MIR juga mengaku jika korbannya bukan cuma dirinya. Ada tiga korban lainnya yang mengalami peristiwa pelecehan tersebut. Dia memastikan, ketiganya korban teror pria yang sama.

"Iya korbannya bukan cuma saya, ada tiga temanku lainnya yang mengalami hal serupa. Pelakunya juga sama, pakai helm, badannya kurus, tinggi," kata MIR.

Bhabinkamtibmas Romangpolong, Bripka Mukhtar, mengaku belum menerima laporan atas kasus tersebut. Namun dia masih informasi terkait korban-korban pelecehan seksual oleh pria tak dikenal itu.

"Belum ada laporan masuk, saya akan cari siapa-siapa korbannya dulu dan meminta keterangan dari mereka," ujar Bripka Mukhtar.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal