Dokter Balai Kesehatan Paru Makassar Adnan Ibrahim Meninggal Positif Covid-19

Riezky Maulana ยท Sabtu, 15 Agustus 2020 - 21:22 WITA
Dokter Balai Kesehatan Paru Makassar Adnan Ibrahim Meninggal Positif Covid-19
Dokter Spesialin Penyakit Dalam di Balai Kesehatan Paru Makassar dr Adnan Ibrahim meninggal dunia karena Covid-19, Jumat (14/8/2020). (Foto: PB IDI).

JAKARTA, iNews.id – Kabar duka kembali datang dari dunia kedokteran Indonesia. Dokter spesialis penyakit dalam di Makassar, Sulawesi Selatan, Adnan Ibrahim meninggal dunia karena terkonfirmasi positif Covid-19.

Pejabat Humas Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Abdul Halik Malik menuturkan, Dr dr Adnan mengembuskan napas terakhir pada Jumat (14/8/2020) di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Dokter Adnan telah menjalani perawatan intensif selama 12 hari.

"Meninggal Jumat pukul 17.50 Wita di Rumah Sakit Wahidin. Masuk rumah sakit dan dirawat intensif sejak 3 Agustus 2020. Almarhum positif Covid-19," kata Halik saat dikonfirmasi, Sabtu (15/8/2020).

Halik menuturkan, semasa hidupnya dokter Adnan sangat aktif di berbagai kegiatan medis. Adanan merupakan anggota IDI Cabang Makassar dan berpraktik di Rumah Sakit Pelamonia serta Balai Besar Kesehatan Paru Makassar.

"Dokter Adnan meninggal karena Covid-19 di usia yang masih sangat produktif. Beliau dokter yang potensial, aktif di berbagai bidang dan berdedikasi tinggi," ujarnya.

Adnan merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) Yogyakarta angkatan 1991. Semasa berkuliah dia dikenal sebagai ketua angkatan.

Halik menuturkan, Adnan juga tercatat sebagai Ketua Senat FK UGM 1996. Selain itu, dia sempat menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) selama dua tahun sejak 1995 sampai 1997.

"Juga sebagai Ketua Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) Makassar dan pendiri Sekolah Islam Terpadu Al Fatih Makassar," ucapnya.

PB IDI, kata dia, sangat kehilangan sosok dokter teladan yang sangat menginspirasi. Bukan hanya bagi generasi terdahulu, tetapi hingga saat ini, dan bahkan generasi yang akan datang.

"Semoga dokter Adnan Ibrahim khusnul khatimah, Aamiin. Perjuangan dan pengabdiannya akan selalu dikenang. Selamat jalan," ucapnya.


Editor : Zen Teguh