Diduga Lapuk, Plafon Gedung Islamic Center Pangkep Roboh saat Acara Pernikahan Anak Polisi

Okezone, Herman Amiruddin ยท Senin, 06 Januari 2020 - 15:50 WIB
Diduga Lapuk, Plafon Gedung Islamic Center Pangkep Roboh saat Acara Pernikahan Anak Polisi
Plafon Gedung Islamic Center Pangkep roboh saat acara resepsi pernikahan. (Foto: Okezone).

MAKASSAR, iNews.id - Plafon Gedung Islamic Centre Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), roboh saat berlangsung acara resepsi pernikahan. Dua orang terluka akibat tertimpa material reruntuhan atap ruangan tersebut.

Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji, membenarkan insiden tersebut. Robohnya atap Plafon Gedung Islamic Centre Pangkep terjadi pada Jumat (3/1/2020) malam pukul 21.00 WITA.

"Ketika itu sedang ada hajatan, pernikahan anak dari anggota polisi Bapak Aiptu H Abdul Kadir," kata Ibrahim saat dikonfirmasi wartawan di Kota Makassar, Sulsel, Senin (6/1/2020).

BACA JUGA: Puluhan Rumah Warga di Parepare Rusak akibat Angin Kencang, 1 Orang Luka-Luka

Saat atap plafon roboh, suasana sempat menjadi tegang dan para kerabat pengantin sangat histeris. Karena waktu itu para tamu sedang memenuhi gedung acara dan menyantap hidangan makanan pesta itu.

"Tiba-tiba terdengar suara dari atas gedung yang kemudian sebagian plafon gedung seketika runtuh, menimpa beberapa para tamu undangan," ujarnya.

Dua orang tamu terluka tertimpa material plafon atas nama Syamsuriati (45) dan Farhan (3), sama-sama warga Jalan Poros Tonasa 2, Kabupaten Pangkep. Mereka mengalami luka ringan di bagian kepala dan kakinya.

BACA JUGA: 2 Rumah Warga Ambruk Tertimpa Pohon Tumbang setelah Hujan Angin Melanda Makassar

"Korban langsung dilarikan ke RSUD Pangkep untuk mendapatkan perawatan medis," katanya.

Gedung Islamic Centre Pangkep merupakan salah satu bangunan milik Pemda yang kerap kali dimanfaatkan warga untuk menggelar acara, di antaranya resepsi pernikahan.

Hingga kini belum diketahui pasti penyebab atap plafon bangunan tersebut roboh. Sementara ini diduga karena material atap sudah lapuk, sehingga plafon runtuh.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal