Derita Pengungsi Banjir Wajo, Kedinginan saat Malam hingga Anak-Anak Sakit Diare

Amnar Sengkang ยท Minggu, 26 Juli 2020 - 10:45 WIB
Derita Pengungsi Banjir Wajo, Kedinginan saat Malam hingga Anak-Anak Sakit Diare
Kondisi di dalam tendang pengungsi banjir Wajo, Sulsel (Amnar/iNews)

WAJO, iNews.id - Nasib pilu dialami oleh 10 kepala keluarga korban banjir di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Meskipun sudah mendapatkan tempat pengungsian, namun masih jauh dengan kondisi layak.

Rosmiati, salah satu pengungsi mengatakan, dia ada beberapa warga lainnya daeri Desa Ujunge menempati dua tenda pengungsian yang berdiri di Jalan Maddukkelleng, Kecamatan Tanasitolo, Sulsel. Setiap malam mereka kedinginan karena alasnya tipis.

"Saat malam hari kedinginan, alas tikarnya tipis dan tak ada selimut," kata Rosmiati saat ditemui di lokasi, Minggu (26/7/2020).

Rosmiati menambahkan, tenda pengungsian yang terbuat dari terpal warna biru itu membuat dia dan warga lainnya sakit.

"Banyak anak-anak yang sakit diare dan demam," katanya.

Kondisi tendang pengungsi banjir Wajo, Sulsel (Amnar/iNews)
Kondisi tendang pengungsi banjir Wajo, Sulsel (Amnar/iNews)

Dari pantauan di lokasi, ada dua tenda pengungsian di lokasi itu. Tenda tersebut terbuat dari terpal berwarna biru. Di dalamnya tampak terlihat sempit. Alas tenda itu pun hanya sebatas tikar. Tidak ada kasur, selimut agar anak-anak terlindung dari dinginnya malam.

Rosmiati berharap agar pemerintah dan para dermawan untuk menyalurkan bantuan ke pengungsiannya. Saat ini, kata dia, pengungsi membutuhkan tikar, kasur dan selimut serta obat-obatan.

Hingga saat ini, banjir setinggi empat meter masih merendam ribuan rumah warga di sembilan kecamatan di Wajo, Sulsel.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto