Demo Tuntut Pemekaran Luwu Raya Ricuh, 7 Satpol PP Sulsel Luka Terkena Lemparan Batu
LUWU, iNews.id - Kericuhan terjadi dalam demonstrasi menuntut pemekaran Provinsi Luwu Raya di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (12/1/2026) sore. Bentrokan antara massa dan aparat pengamanan menyebabkan tujuh anggota Satpol PP Sulsel terluka akibat lemparan batu.
Puluhan massa yang menamakan diri Wija To Luwu mulai berunjuk rasa sekitar pukul 15.46 Wita. Mereka memblokade jalan menggunakan mobil kontainer sambil menyuarakan tuntutan agar Luwu Raya segera dimekarkan menjadi provinsi baru.
Awalnya aksi berlangsung tertib, namun situasi memanas ketika jalan di depan kantor gubernur ditutup sehingga arus lalu lintas lumpuh. Aparat Satpol PP yang menegur massa agar membuka akses jalan justru memicu ketegangan.
Tak lama kemudian, demonstran merusak pagar pintu masuk kantor gubernur dan melempari petugas dengan batu. Lemparan juga mengenai mesin ATM Bank Sulselbar di sekitar lokasi hingga rusak.
Akibat insiden tersebut, tujuh anggota Satpol PP terluka. Mereka, yaitu Zulkarnaen (luka di pipi kanan), Muhammad Yusuf (robek di kepala), Jamaluddin (perdarahan di pelipis), Andi (perdarahan di kepala), Wawan (luka di belakang telinga), Alif (luka di betis), serta Mirdan Tahir (perdarahan di hidung).
Kabid Linmas dan Damkar Satpol PP Sulsel, Pahlevi ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu. Dia menyebut seluruh korban telah dibawa ke poliklinik.
"Beberapa personel kami terkena lemparan batu dan langsung dibawa ke poliklinik. Ada yang dijahit kepalanya," kata Pahlevi dikutip dari iNews Celebes.
Menurutnya, aparat tidak melakukan pelemparan balik dan hanya bertahan untuk mengendalikan situasi. Bahkan, petugas sempat mundur ke bagian belakang kantor gubernur karena derasnya lemparan batu dari massa.
"Kita hanya bertahan bahkan sempat mundur ke belakanh karena lemparan batu," ucapnya.
Editor: Kurnia Illahi