Cekcok saat Pesta Miras, Peternak Itik di Sidrap Tewas Ditikam Teman

Sindonews, Faisal Mustafa ยท Senin, 07 September 2020 - 20:57:00 WITA
Cekcok saat Pesta Miras, Peternak Itik di Sidrap Tewas Ditikam Teman
Ilustrasi. (Istimewa)

SIDRAP, iNews.id - Seorang peternak itik di Desa Ajubissue, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan Sulsel (Sulsel), tewas saat pesta minuman keras (miras) bersama sejumlah warga, Senin (7/9/2020). Korban dibunuh oleh temannya setelah keduanya terlibat cekcok.

Korban Asis Padda (40), kehilangan nyawa setelah setelah ditusuk pelaku Asdar (19), menggunakan badik. Korban sempat dibawa ke puskesmas setempat, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.

"Korban ditusuk dengan badik oleh pelaku. Korban mengalami dua luka tusuk. Satu luka tusuk sedalam lebih dari 10 cm di bagian belakang sebelah kiri dan di bagian dada kanan sedalam 10 cm," kata Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Benny Pornika, Senin (7/9/2020).

Benny menjelaskan, penusukan berawal saat korban dan pelaku berpesta miras bersama delapan teman mereka, yakni Rusman, Lamadung, Laguna, Laide, Anas, Adda, Laitu dan Lasarding. Di tengah pesta miras, Asis dan Asdar yang sama-sama di bawah pengaruh miras terlibat cekcok hingga berujung maut, sekitar pukul 01.30 Wita.

Menurut keterangan warga, korban Asis Padda ditemukan terkapar oleh tetangganya Wa Onding. Dia pula yang menghubungi Puskesmas Dongi untuk menurunkan petugas menjemput korban menggunakan ambulans.

"Setelah ditangani perawat puskesmas, selang beberapa menit kemudian, korban meninggal dunia karena kehabisan darah," ucap mantan kasat Reskrim Polres Pelabuhan Makassar ini.

Polres Sidrap yang mendapat laporan langsung menangani kasus ini. Tim gabungan dari polsek dan Polres Sidrap melakukan pendekatan terhadap keluarga Asdar di Desa Otting, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap. Sekitar pukul 10.00 Wita, pelaku akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Duapitue.

Dari hasil interogasi awal, pelaku mengaku nekat menusuk korban dengan badik hingga tewas karena tersinggung dengan ucapan korban ketika berpesta miras.

"Intinya ada perkataan korban yang menyingkap perasaan pelaku. Apalagi mereka ini sama-sama dalam pengaruh minuman keras. Asdar mengaku dua kali menikam korban dengan badik, setelah itu membuang badiknya dan meninggalkan lokasi," katanya.

Saat ini, Asdar masih menjalani pemeriksaan di Polsek Duapitue. Asdar terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun sesuai dengan Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan dan atau Pasal 351 ayat 3 KUHPidana tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: