BMKG Sebut Angin Monsun Asia di Sulsel Akan Munculkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter

Antara ยท Jumat, 10 Januari 2020 - 13:30 WIB
BMKG Sebut Angin Monsun Asia di Sulsel Akan Munculkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter
Ilustrasi gelombang tinggi di perairan pantai. (Foto: Antara).

MAKASSAR, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut angin monsun Asia yang melintas di Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan (Sulsel), memicu gelombang tinggi hingga 2,5 - 4 meter. Kondisi ini diprediksi terjadi selama 3-4 hari ke depan.

Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Darmawan mengatakan, angin monsun Asia ini menimbulkan hujan lebat disertai angin kencang yang dapat memicu ombak besar.

"Akan terjadi peningkatan intensitas hujan mulai kategori lebat sampai pada tingkat ekstrem di wilayah Sulsel," kata Darmawan di Kota Makassar, Sulsel, Jumat (10/1/2020).

BACA JUGA: Angin Monsun Asia Akan Melintasi Sulsel 10-12 Januari, Aktivitas Pelayaran Terpaksa Ditunda

Gelombang tinggi diprediksi terjadi di Selat Makassar bagian selatan, Perairan Supermonde, Perairan Sabalana, Perairan Selayar, Teluk Bone bagian selatan, Laut Flores, dan Perairan Pulau Bonerate - Kalotoa.

Pihaknya memprediksi selama empat hari ke depan angin monsun Asia melintas di wilayah Sulawesi, sehingga akan terjadi peningkatan intensitas hujan mulai kategori lebat sampai pada tingkat ekstrem di wilayah Sulsel.

"Selain itu, angin tersebut akan menyebabkan penambahan massa udara basah dengan pola pertemuan udara dari Laut Jawa hingga Sulawesi," kata dia.

BACA JUGA: Takut Gelombang Tinggi, Nelayan dan Kapal Penyeberangan di Pelabuhan Paotere Makassar Enggan Melaut

Dengan begitu fase basah tersebut bergerak menuju Indonesia bagian tengah. Kondisi tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di Sulsel.

BMKG mengimbau nelayan, masyarakat dan pengguna layanan transportasi darat, laut, dan udara diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkannya.

"Dampaknya mulai dari curah hujan tinggi, angin kencang dan gelombang tinggi yang akan terjadi empat hari ke depan," ujarnya


Editor : Andi Mohammad Ikhbal