Berobat ke Kampung, Warga Diduga Terpapar Corona di Toraja Meninggal Dunia

Sindonews, Joni Lembang ยท Selasa, 28 April 2020 - 15:25 WIB
Berobat ke Kampung, Warga Diduga Terpapar Corona di Toraja Meninggal Dunia
Evakuasi warga meninggal dunia diduga terpapar corona. (Foto: Antara)

TORAJA, iNews.id - Seorang warga di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel), meninggal dunia diduga terjangkit virus corona. Jenazah korban dimakamkan sesuai protokol penanganan Covid-19 pada Selasa (28/4/2020) dini hari.

Warga meninggal berinisial YTR (40) karyawan PLN Sanggala, yang juga warga Desa Sarapeang, Kecamtan Rembon. Korban meninggal dunia dengan gejala mirip virus corona, seperti sesak napas, demam tinggi, dan batuk.

Keterangan keluarga, YTR berangkat dari Makale ke Desa Sarapeang pada Selasa, (21/4/2020) lalu. Di hari yang sama, dia kembali lagi rumah kosnya kawasan Se'pon, Kelurahan Lapandan Makale.

Dua hari kemudian, tepatnya, Kamis (23/4/2020), YTR kembali lagi ke Desa Sarapeang untuk berobat kampung. Selama sakit itu dia sama sekali tak pernah menjalani pemeriksaan medis.

Kemudian pasa Senin (27/4/2020), kondisi korban semakin parah dengan keluhan sakit kepala dan sesak napas. Keluarga lalu menghubungi bidan desa dan dianjurkan untuk berobat ke puskesmas.

Lantaran jarak rumah YTR dengan puskesmas cukup jauh dan tidak ada pihak keluarga yang bisa mengantarnya, pihak puskesmas berinisiatif menjemput dengan mobil ambulans.

"Sayangnya YTR sudah meninggal sebelum ambulans puskesmas tiba di rumahnya," kata Koordinator Media Center Satgas Covid-19 Tana Toraja, Berthy Mangontan, Selasa (28/4/2020).

Hasil koordinasi antara keluarga dengan aparatur desa, korban dimakamkan sesuai protokol penanganan Covid-19 pada Selasa dini hari, pukul 00.30 WITA.

Berthy mengatakan, dari penelusuran satgas, YTR diketahui tidak memiliki riwayat perjalanan keluar daerah selama pandemi virus corona. Saat ini tim sedang menelusuri riwayat korban kontak dengan pasien positif corona.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal